Ultimate magazine theme for WordPress.

Palembang Zona Merah Covid-19, Hj RA Anita Noeringhati: “Kita Berharap Kesadaran Masyarakat Yang Kita Butuhkan”

Hj RA Anita Noeringhati (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Sudah menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) sejak April lalu, nyatanya tidak bisa membuat Palembang lepas dari jeratan zona merah Covid-19.

Berdasarkan data Covid-19 pada laman Dinkes Provinsi Sumsel, Palembang justru kembali berada di zona merah atau status risiko penyebaran Covid-19 bahaya.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj RA Anita Noeringhati mengakui terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi  Covid-19 , pemerintah provinsi pastinya diseluruh tempat sangat sulit menjaga keseimbangan.

“Disatu sisi untuk peningkatan ekonomi dan disisi lain menjaga keselamatan masyarakat, disinilah kami dari pemerintah provinsi Sumsel bersama-sama dengan DPRD sudah mengeluarkan perda untuk peningkatan disiplin terhadap penyakit menular. Kita berharap kesadaran masyarakat yang kita butuhkan, jangan hanya pemerintah saja yang disalahkan,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/4).

Baca:  DPRD Sumsel Pertanyakan Keseriusan Pemprov Sumsel Tangani Bidang Pertanian

Menurutnya pemerintah sudah menghimbau adanya protokol kesehatan (Prokes) dimana  untuk melaksanakan sholat di masjid diizinkan tetapi harus menerapkan prokes termasuk juga kegiatan lain dengan tetap mengedepankan prokes.

Untuk PPKM ini, Anita berpesan agar kesadaran masyarakat dimana walaupun telah ditertibkan ternyata masih juga .

“ Kita melihat di Jakarta jam 21.00 mencari makan sudah enggak ada, disini kita bisa melihat sendiri, masih rame, kalau bahasa saya cak idak bae, inilah yang kita minta kepada seluruh  masyarakat ayo jaga kita  juga menjaga anda,” katanya

Sedangkan Walikota Palembang H Harnojoyo mengakui Palembang kembali merah Covid-19.

“Zona merah ini hanya ada di beberapa titik, jadi tidak keseluruhan, hanya berapa kecamatan saja,” ujar Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Kamis (15/4).

Baca:  DPRD Sumsel Pertanyakan Penanganan Pandemi Covid-19 di Kota Palembang Masih Tinggi

Kondisi zona merah yang terjadi, merupakan tanggung jawab kecamatan masing-masing, karena dalam penerapan PPKM Mikro semua kebijakan diatur RT/RW, Lurah dan Camat setempat dibantu Dinas Kesehatan (Dinkes) kota.

“Tapi karena ini, pemberlakuan PPKM Mikro, jadi Kecamatan yang bertanggung jawab,” katanya.

Menurut orang nomor satu di Palembang itu, pelaksanaan PPKM Mikro yang telah berjalan lebih dari satu pekan, sudah disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat sekitar.

“Sudah dilakukan (penerapan dan sosialisasi), soal kebijakan kan sesuai perwali kita, regulasi PSBB yang masih berjalan,” tambahnya.

Per 15 April 2021 tingkat penyebaran Covid-19 Palembang, kasus positif paling banyak ada di Kecamatan Ilir Barat I dan Sako

Baca:  Komisi V DPRD Sumsel Usul Rehab SMA/SMK di Sumsel

Dengan total keseluruhan kasus suspek sebanyak 26.439 orang, kemudian ada 14.721 kasus Covid-19 kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG) dan untuk kasus positif mencapai 9.347 orang.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes kota, sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan menambahkan, indikator zona setiap RT yang menjadi zona merah adalah ada lima orang atau lebih yang positif Covid-19.

“Resiko penyebaran Covid-19 tanggung jawab mulai di tingkat RT. Jika indikator zona merah, dengan kasus positif Covid-19 di lebih dari lima orang, maka akses kerumunan ditutup dan kegiatan sosial masyarakat ditiadakan. Bagi pasien gejala ringan, segera isolasi mandiri di rumah,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...