Ketua Banggar DPR Bantah Bagi-bagi Uang yang Akibatkan Warga Berkerumun

61

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah

Jakarta, BP–Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah membantah info di media sosial yang menyebut dia membagi-bagi uang di Sumenep, Jawa Timur, Senin (12/4), sehingga menimbulkan kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Said menyebut warga Sumenep percaya dengan informasi palsu atau hoaks tersebut. Warga sekitar serta merta berkerumun di kediaman Said di Sumenep karena ada kabar pembagian uang usai buka puasa.

Baca:  Menteri Muda di Kabinet Jokowi Masih Sebatas Wacana

“Jadi, ada penyebar hoaks seakan-akan saya mau bagi-bagi uang. Padahal, yang benar takjil, tiap hari seribu kotak disebar,” tegas Said saat konferensi pers di Media Center DPR Jakarta, Kamis, (15/4).

Menurut Said, saat kejadian berlangsung, dia berada di Jakarta. Tiba-tiba, ia mendapat kabar warga berkerumun di sekitar Musala dekat rumahnya di Sumenep.

Menurutnya, pengurus musala sudah memasang pengumuman tidak ada pembagian uang zakat. Said menyebut aparat kepolisian sampai turun tangan membubarkan warga.

Baca:  Ketua DPR Sambut Baik Rencana Presiden Aktifkan Koopssusgab

“Petugas musala sudah teriak-teriak, ‘Ayo bubar, ini pandemi, tidak ada pembagian zakat.’ Kalau zakat, mending ke desa-desa, ngapain ngumpulin orang,” kata Said.

Dikatakan Said, masalah berita bohong tersebut diserahkan ke pihak kepolisian.
Dan kepolisian setempat sudah mengamankan penyebar hoaks tersebut.

“Masyarakat bawah sudah susah, dengan hoaks semakin susah. Betapa berdosanya kita membiarkan pembuat hoaks merajalela seenaknya seakan suatu kebenaran,” tegas Said.

Baca:  Anggota DPR Sering Bolos Karena Rekrutmen Caleg Kurang Baik

Diketahui sebelumnya, beredar video di media sosial yang menayangkan kerumunan warga di Sumenep. Kerumunan disebut terjadi karena Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah bagi-bagi uang.

Lautan manusia pun memenuhi seisi jalan di malam hari itu. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian shalat, seperti mukena dan lain-lain.#duk