Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua Banggar DPR Bantah Bagi-bagi Uang yang Akibatkan Warga Berkerumun

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah

Jakarta, BP–Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah membantah info di media sosial yang menyebut dia membagi-bagi uang di Sumenep, Jawa Timur, Senin (12/4), sehingga menimbulkan kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Said menyebut warga Sumenep percaya dengan informasi palsu atau hoaks tersebut. Warga sekitar serta merta berkerumun di kediaman Said di Sumenep karena ada kabar pembagian uang usai buka puasa.

Baca:  Larangan Mudik, Pemerintah Harus Pikirkan Agar Warga Nyaman Menikmati Lebaran 2021

“Jadi, ada penyebar hoaks seakan-akan saya mau bagi-bagi uang. Padahal, yang benar takjil, tiap hari seribu kotak disebar,” tegas Said saat konferensi pers di Media Center DPR Jakarta, Kamis, (15/4).

Menurut Said, saat kejadian berlangsung, dia berada di Jakarta. Tiba-tiba, ia mendapat kabar warga berkerumun di sekitar Musala dekat rumahnya di Sumenep.

Menurutnya, pengurus musala sudah memasang pengumuman tidak ada pembagian uang zakat. Said menyebut aparat kepolisian sampai turun tangan membubarkan warga.

Baca:  Fraksi PKS DPR Kembali Potong Gaji Bantu Korban Banjir di NTT dan NTB

“Petugas musala sudah teriak-teriak, ‘Ayo bubar, ini pandemi, tidak ada pembagian zakat.’ Kalau zakat, mending ke desa-desa, ngapain ngumpulin orang,” kata Said.

Dikatakan Said, masalah berita bohong tersebut diserahkan ke pihak kepolisian.
Dan kepolisian setempat sudah mengamankan penyebar hoaks tersebut.

“Masyarakat bawah sudah susah, dengan hoaks semakin susah. Betapa berdosanya kita membiarkan pembuat hoaks merajalela seenaknya seakan suatu kebenaran,” tegas Said.

Baca:  RUU PKS Harus Segera Disahkan

Diketahui sebelumnya, beredar video di media sosial yang menayangkan kerumunan warga di Sumenep. Kerumunan disebut terjadi karena Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah bagi-bagi uang.

Lautan manusia pun memenuhi seisi jalan di malam hari itu. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian shalat, seperti mukena dan lain-lain.#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...