Kader Golkar Se-Sumsel Kawal Proses Hukum Pencemaran Nama Baik Mantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin

58

Sekretaris DPD Golkar Sumsel Herpanto saat jumpa pers di kantor DPD Golkar Sumsel, Kamis (16/4). (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Munculnya meme  yang menyudutkan dan mengkaitkan dengan dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya  terhadap mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dua periode yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Alex Noerdin,SH membuat gerah partai Golkar seluruh Provinsi Sumsel.

Setelah sebelumnya Fraksi Golkar DPRD Sumsel melalui Sekretaris Fraksi Golkar  DPRD provinsi Sumsel, Habsi Assadiki didampingi Wakil ketua Fraksi Golkar DPRD Sumsel, Nadia Basyir dan anggota Fraksi Golkar David Hadrianto Aljufri (HDA) di gedung DPRD Sumsel, Rabu (14/4) secara resmi  meminta kepada oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk menghentikan menyebarluaskan gambar meme terkait anggota DPR RI Alex Noerdin yang menyebar di grup WhatsApp dan media sosial (medsos).

Kali ini giliran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumsel berjanji akan mengawal proses hukum terhadap dugaan pencemaran nama baik terhadap meme ketua dewan pertimbangan partai Golkar Sumsel H Alex Noerdin yang disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab di grup WhatsApp dan media sosial.

Baca:  Segera Lapor Polisi, Mantan Gubernur H Alex Noerdin di Ejek di Grup WA, Jadi Meme Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

Sekretaris DPD Golkar Sumsel Herpanto mengatakan, Golkar akan mengawal langsung proses hukum pencemaran nama baik Alex Noerdin.”Beliau tidak perlu dihormati sebagai anggota DPR, maupun mantan gubernur Sumsel namun sebagai orang tua patut dihargai,”kata Herpanto, saat jumpa pers di kantor DPD Golkar Sumsel, Kamis (16/4).

“Tidak sedikitpun dihargai. Tidak usah beliau sebagai gubernur, tidak usah beliau sebagai Ketua Golkar, tidak usah beliau dihargai sebagai anggota DPR RI. Tapi sebagai orangtua itu patut kita hargai,” kata Herpanto, Kamis (15/4).

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum untuk memproses pencemaran nama baik Alex Noerdin.

“Dan kita serahkan kepada tim advokasi pak Alex yang telah menunjuk kuasa hukum untuk mengawal proses ini,” ujarnya.

Menurutnya, kader Partai Golkar di Sumsel sangat tersinggung apa yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu hal ini sangat disayangkan.

“Peristiwa ini menjadi pendewasaan bagi pengguna medsos untuk hati-hati dalam menggunakan medsos. Jangan sampai terulang lagi di kemudian hari,” kata Herpanto.

Sebelumnya, anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Alex Noerdin,SH gerah dengan munculnya meme yang menampilkan foto dirinya yang disebar pihak yang tak bertanggungjawab melalui media sosial. Karenanya, melalui kuasa hukumnya, Redho Junaidi,SH,MH dan Kgs Riduan Said,SH dari Kantor Advokat Polis Abdi Hukum Polis Abdi Hukum bakal melaporkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca:  Gubernur Minta Kepala Daerah Tekan Kemiskinan dan Karhutla

“Sebelumnya, kami yang telah mendapatkan kuasa dari klien kami (H Alex Noerdin,red) sudah lebih dulu melakukan konseling kepada penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang. Yang dalam waktu dekat bakal melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian,” kata Redho ditemui di kantornya Wisma Stihpada di Jalan Sukabangun 2,  Selasa (13/4).

Menurut Ridho, dari penjelasan yang disampaikan kliennya, kali pertama dirinya mendapatkan kiriman potongan layar (screenshot) pesan singkat whatapss pada 9 April 2021 sekitar pukul 17.00 . Dimana, di dalam screenshot grup WA KONI Sumsel 2021-2024 tersebut terdapat foto Alex Noerdin yang diduga tengah di wawancarai awak media. Namun yang disayangkan di dalam foto tersebut diedit seolah-olah ada perbincangan antara Alex dengan wartawan yang tengah mewawancarainya. Yang isinya : Balekkela mang duit masjid tu tebuang kau. Yang selanjutnya ada dijawab Cakmano Lur La abis.

Baca:  Alex Noerdin: Penerapan PSBB Harus Beradu Cepat

“Hal inilah yang sangat disayangkan oleh klien kami yang merendahkan harkat dan martabatnya. Seolah-olah yang dengan sengaja membuat meme tersebut mendahului proses hukum yang saat ini tengah berjalan,” kata Redho.

Dalam laporannya nanti, Redho menyebut akan melaporkan si pembuat dan penyebar meme tersebut dengan Pasal 45 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengenai pencemaran nama baik dengan ancaman pidana penjara empat tahun. Ditanya meski nantinya kasus ini akan dilaporkan ke aparat kepolisian apakah tidak tertutup kemungkinan sekiranya pelaku beritikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, Redho mengakui segala kemungkinan akan tetap ada.

“Terlebih di bulan ramadhan ini, tapi ini sekaligus sebagai efek jera terhadap pihak-pihak lain agar bijak dalam ber sosial media,” katanya. #osk