Ultimate magazine theme for WordPress.

Proyek Aldiron Plaza Cinde Mangkrak, Komisi I DPRD Sumsel Segera Panggil Pihak Terkait

Antoni Yuzar (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP-Pasar Cinde yang dibangun pada tahun 1958 dengan desain arsitekturnya oleh Thomas Karsten, arsitek terkenal di dunia asal Belanda, telah dirubuhkan beberapa tahun lalu untuk diganti menjadi proyek Aldiron Plaza Cinde, kini proyek tersebut mangkrak.

Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Antoni Yuzar menilai mangkraknya  proyek Aldiron Plaza Cinde dia nilai  wan prestasi.

“ Jadi itu aku lihat secara umum  terjadinya wan prestasi terhadap  Pemerintah Provinsi  dan terhadap masyarakat,  karena masyarakat sudah ngasih  DP atau panjar untuk  mendapatkan tempat usaha, ternyata itu tidak dilaksanakan, kita kedepan akan jadwalkan karena itu kami dianggap sengketa,  ranah dari permasalahan hukum, kebetulan komisi I membidangi  pemerintahan dan hukum, perlu kita memanggil pemkot, memanggil pihak pengembang itu ,” katanya, Selasa (13/4).

Menurut politisi PKB ini, keluhan masyarakat terhadap proyek Aldiron Plaza Cinde sudah sangat kecewa.

Baca:  Tiga Pelaku Perampas HP di Tangkap

“Kita lihat perkembangan, kita pelajari dulu , kontraknya seperti apa, apakah ada indikasi penyimpangan , kalau ada penyimpangan kita serahkan  aparat penegak hukum,” katanya.

Untuk pemanggilan pihak terkait proyek Aldiron Plaza Cinde akan dilakukan Komisi I DPRD Sumsel dalam bulan-bulan ini.

“ Karena  aku masih mengumpulkan data, ya itu  banyak sekali aspirasi masyarakat yang sampai kepada kita,  tinggal kami mengatur waktu,” katanya.

Antoni memastikan kalau terjadinya mangkrak proyek Aldiron Plaza Cinde dia menilai terjadi wan prestasi.

Baca:  Vaksin Covid-19 di Sumsel Habis, Mgs Syaiful Padli: "Kita Tidak Aktif, Daerah Lain Aktip Dapat Vaksin"

“Kita panggil Pemprov Sumsel dulu , bagaimana sikap mereka kedepan nanti kita laporkan, karena itu terkait kontrak, kontrak itu sendiri tidak dilaksanakan apakah bisa di tarik, kita lihat perjanjian seperti apa dulu, tapi klausul seperti tidak melaksanakan kewajiban dalam  waktu tertentu , itu belum kita baca dan kita belum bisa ngomong banyak,” katanya.#osk

Baca:  Mgs Syaiful Padli:  Vaksin Covid-19 Untuk Guru  di Sumsel Baru  12,34 Persen

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...