Pelaku Jambret Babak Belur Dihajar Massa dan Korban

76

Johan Prabaya (38) warga Komplek Polda Mandala Blok A Kelurahan Permata Baru  Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), berhasil ditangkap korbannya setelah ditabrak dan ditendang.(BP/IST)

Palembang, BP- Johan Prabaya (38) warga Komplek Polda Mandala Blok A Kelurahan Permata Baru  Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), berhasil ditangkap korbannya setelah ditabrak dan ditendang.

Peristiwa ini terjadi, Selasa (13/4) sekitar pukul 14.00 , di Jalan Way Hitam. Korbannya Candra Putra (22) warga Jalan Way Hitam Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat (IB) I  Palembang.

Saat kejadian korban sedang membeli plastik, dan menunggu plastik tersebut. Tiba – tiba pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat BG 5256 TP datang mendekati dan langsung mengambil HP korban yang diletakkan di dalam Dashboard.

” Dia datang langsung mempet motor aku. Aku saat itu lagi nunggu plastik. Salah satu pelaku yang dibonceng, mengambil HP aku sempet aku tanya , ” Nak ngapo Kau” , yang pelaku ngambil Hp itu langsung ngeluarin pisau,” kata Candra saat ditemui di Polda Sumsel.

Takut ditusuk, Candra pun mundur namun ia tetap mengejar pelaku.

” Aku kejer terus, aku tendang motornya kemudian ada mobil dan menabrak sepeda motor itu hingga terjatuh. Satu pelaku yang membawa pisau berhasil kabur tinggallah pelaku yang membawa sepeda motor tersebut,” ujarnya.

Saat satu pelaku berhasil ditangkap lanjut Candra, HP yang sempat diambil dikembalikan lagi dengan cara di lempar. Kemudian pelaku yang berhasil ditangkap ini langsung dimassa warga bahkan hendak dibakar.

” Dirantai warga bahkan hendak di bakar warga karena kesal dengan pelaku,” katanya.

Sementara itu, pelaku Johan Prabaya berkilah jika ia ingin menjambret. Ia dari Indralaya hendak ke Bukit Besar untuk pergi melihat ayah tirinya.

” Bukan aku pelakunya, pelakunya tadi itu yang bawa pisau aku malah ikut mengejar pelaku. Tapi aku yang disangka pelaku juga,” ujarnya sambil menangis.

Menurutnya, ia dari Indralaya hendak ke Bukit memang mencari jalan – jalan tikus biar tidak kena razia. Tiba – tiba di TKP ia ia di tuduh menjambret.

” Bukan aku yang jambret, aku tidak tahu sama sekali,” katanya.

Disinggung mengenai jimat merah yang ditemui di saku celananya, Johan mengaju itu adalah Jimat agar terhindar dari kejahatan.

” Jimat itu dapat dari perguruan untuk terhindar dari kejahatan,” katanya.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Christoper Panjaitan membenarkan sudah mengamankan satu pelaku jambret di Jalan Way Hitam. ” Untuk saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan,” katanya.#osk