Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-25

Novri Divonis 7 Tahun Penjara Lantaran Selundupkan Sabu Ke Tahanan Polda Sumse


Menyelundupkan sabu untuk para tahanan di  Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Novri Yadi warga Jalan Veteran Kecamatan Ilir Timur I Divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taufik di ruang sidang Pengadilan Negeri, Selasa (13/4/). (BP/IST)

Palembang, BP- Menyelundupkan sabu untuk para tahanan di  Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Novri Yadi warga Jalan Veteran Kecamatan Ilir Timur I Divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taufik di ruang sidang Pengadilan Negeri, Selasa (13/4/) dimana persidangan digelar secara virtual.

Dalam amar putusan majelis hakim menjelaskan bahwa terdakwa Novri terbukti melakukan tindak pidana berupa memiliki atau menjual narkotika jenis sabu sebanyak satu paket seberat 0,177 gram dan 5 butir ekstasi seberat 1.942 gram.

“Dengan ini menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana berupa memiliki, menjual beli serta menyimpan sabu tanpa hak sesuai dengan pasal 114 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Hakim Ketua Hotmar Simarmarta.

Hakim ketua Hotmar juga menyatakan bahwa apabila terdakwa tidak bisa membayar denda maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan penjara.

Putusan tersebut lebih ringan daripada tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) dengan tuntutan 9 tahun penjara denda Rp 1 milyar dengan subsider 6 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim diringankannya hukuman tersebut karena beberapa hal diantaranya selama persidangan terdakwa bersikap sopan, mengakui kesalahan dan baru pertama kali melakukan tindak pidana.

“Hal-hal yang memberatkan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkoba dengan barang bukti satu bungkus plastik besar sabu,” terang hakim Taufik

Mendengar putusan tersebut baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum menerima atas putusan majelis hakim. “Terima pak hakim,”  jawab terdakwa bersama kuasa hukumnya Dwi Wijayanti, maupun JPU serempak.

Dengan demikian sidang pun dinyatakan ditutup dan selesai oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus.

Untuk diketahui kejadian berawal pada tanggal 17 November 2020 sekitar pukul 01.00 dini hari, di Polda Sumsel Jalan Jendral Sudirman KM 3,5 Palembang.

Saat itu terdakwa hendak membesuk tahanan bernama Andri, setibanya di Polda Sumsel, terdakwa bertemu tiga orang polisi di Pos Penjagaan. Karena merasa curiga, petugas polisi yang sedang piket malam itu langsung menanyakan kepada terdakwa mau kemana.

Terdakwa pun mengaku hendak membesuk tahanan. Merasa curiga, pihak polisi pun langsung menggeledah bawaan terdakwa. Dan saat digeledah didapati barang bukti berupa narkoba jenis sabu satu paket dan lima butir extacy yang diselipkan dalam Roti tawar.

Akibat perbuatannya tersebut terdakwa pun ditahan dan diperiksa oleh Mapolda Sumsel untuk ditindaklanjuti.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...