Ultimate magazine theme for WordPress.

Lestari Moerdijat: Langkah Antisipatif Harus Dilakukan Cegah Jumlah Korban Bencana Alam

Lestari Moerdijat

Jakarta, BP–Rentetan bencana alam yang terjadi di tanah air harus segera diantisipasi dengan evaluasi dan penataan ruang di wilayah rawan bencana, untuk menghindari korban lebih banyak.

“Wilayah Indonesia dikelilingi rangkaian gunung berapi dan sejumlah lempeng tektonik yang menyebabkan sejumlah wilayah rawan bencana,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat di Jakarta, Senin (12/4).

Secara geografis, kata Lestari, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera.
Posisi tersebut menjadikan Indonesia dilewati tiga jalur lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

“Pergerakan lempeng tersebut dan aktivitas gunung berapi, berpotensi menimbulkan bencana alam di sejumlah wilayah, kata Lestari.

Baca:  Gus Jazil: Generasi Muda Lebih Senang Sinetron Dibandingkan Wayang

Menurut Lestari, bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat Badai Seroja yang meluluhlantakan sebagian besar kabupaten di NTT beberapa waktu lalu. Sejumlah pakar menyebut salah satu penyebab posisi geografis Indonesia diapit benua Asia dan Australia serta dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sejumlah kondisi geografis yang bepotensi menyebabkan bencana alam di Indonesia harus disikapi secara serius dengan penataan ulang sejumlah wilayah.

Langkah penataan ulang tersebut, juga harus diikuti upaya rekayasa teknik bahkan relokasi hunian di wilayah rawan bencana.

Data per Sabtu (10/4) Pemerintah Provinsi NTT menyebutkan, akumulasi dari seluruh kabupaten dan kota di NTT yang terkena banjir, longsor dan Badai Seroja tercatat 175 tewas, 45 hilang dan 24.645 rumah rusak.

Baca:  Bamsoet Ajak Kadin Jabar Bangkitkan Perekonomian Rakyat

Sedangkan gempa bumi dengan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah selatan Malang, Jawa Timur berdasarkan laporan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (11/4), mengakibatkan 507 rumah rusak dan delapan meninggal. Selain itu sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di kabupaten di Jawa Timur juga mengalami kerusakan.

Dikatakan Lestari, sejumlah korban jiwa dan kerusakan bangunan tersebut harus menjadi bahan evaluasi, sehingga bisa digunakan sebagai dasar mengambil langkah pencegahan korban pada sejumlah bencana yang diperkirakan terjadi di masa datang.

Baca:  Wakil Ketua MPR RI Sayangkan Pancasila Hilang dari Mata Kuliah Wajib

Selain itu, kecepatan sosialisasi informasi terkait bencana alam harus terus diupayakan, sehingga masyarakat memiliki kesempatan melakukan antisipasi.

Langkah antisipatif, menghadapi bencana alam di negara yang dikelilingi fenomena alam yang berpotensi menimbulkan bencana, seperti Indonesia, harus didorong untuk menghindari korban setiap bencana.#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...