Kisah Mata Uang Berlaku di Sumsel Bakal di Jadikan Buku Oleh Museum Negeri Sumsel

59

Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa menggelar kajian mengenai  “Dinamika Mata Uang Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan” di aula Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, Selasa (13/4).(BP/IST)

Palembang, BP– Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa menggelar kajian mengenai  “Dinamika Mata Uang Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan” di aula Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, Selasa (13/4).

Kajian ini juga berkaitan dengan Museum Negeri Sumsel sendiri saat ini juga telah memiliki puluhan koleksi mata uang Republik Indonesia.

Dari hasil kajian ini akan menjadi buku  berjudul Dinamika Mata Uang Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan

Baca:  Museum Negeri Sumsel Gelar Kajian Penutup dan Ikat Kepala Sumsel

Turut hadir dalam kajian koleksi museum milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel ini, sejarawan muda Benny Pramana Putra, dua budayawan Sumsel RA Ali Hanafiah dan Yudhie Syarofie, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Dr Imam Asngari, Dosen FKIP Unsri, Syafruddin Yusuf, termasuk seorang jurnalis budaya dan sejarah Dudy Oskandar.

“Kami diberi kesempatan untuk mengkaji berbagai hal tentang koleksi museum berupa mata uang mulai dari masa pra aksara, pra sejarah hingga mata uang Republik Indonesia,” kata Benny Pramana Putra, salah seorang narasumber dibincangi di sela kajian.

Baca:  LKJ Museum Dibuka Kembali Hingga 31 Juli

Nantinya di dalam buku ini akan dikupas tuntas tentang sejarah mata uang satu persatu, termasuk mata uang lokal daerah yang hanya dimiliki di daerah Sumatera dan Jawa.

“Bahkan ada Orida (Oeang Republik Indonesia Daerah) pembuatannya di Tanjung Sakti Kabupaten Lahat, hanya saja kita tidak memiliki uang tersebut, maka dari itu kami akan menyurati pihak Bank Indonesia (BI) apakah memiliki uang itu, kalau berkenan untuk menghibahkannya ke kita (Museum Negeri Sumsel),” kata  Kepala Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa H Chandra Amprayadi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Penyajian Museum Negeri Sumsel Adie Citra Sandy SSos.

Baca:  LKJ Museum Dibuka Kembali Hingga 31 Juli

Kajian koleksi museum ini kembali akan dilakukan pada 20 April mendatang, untuk presentasi sekaligus mematangkan kajian koleksi mata uang koleksi Museum ini.#osk