Bamsoet Ingatkan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Agar Gunakan Sesuai Peraturan

54

Bamsoet memimpin rapat pengurus PERIKHSA, di Jakarta, Senin (12/4).

Jakarta, BP–Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak pemilik izin khusus senjata api bela diri bergabung dalam naungan PERIKHSA. Sehingga memudahkan pembinaan sekaligus memastikan izin penggunaan senjata api sesuai Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2015 (Perkap 18/2015) tetap dijalankan.

“PERIKHSA akan berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan pendataan siapa saja yang sudah mendapatkan izin kepemililan senjata api bela diri, by name by address, untuk kemudian kita ajak bergabung dalam organisasi PERIKHSA. Juga kita bangun database yang kuat, sehingga jika ada pemilik menyalahgunakan izin khusus penggunaan senjata api bela diri, bisa segera dikenakan sanksi,” ujar Bamsoet usai memimpin rapat pengurus PERIKHSA, di Jakarta, Senin (12/4).

Baca:  ICMI Harus Rekat Persatuan

Menurut Bamsoet, ada dua metode tata cara pendaftaran menjadi anggota PERIKHSA melalui pendaftaran online serta manual. Dua metode input ini menjadikan PERIKHSA bisa menerapkan sistem pencatatan yang akuntabel bagi semua kalangan pemegang izin khusus senjata api bela diri.

“Sejalan dengan misi organisasi, PERIKHSA secara rutin juga akan memberikan pemahaman hak dan kewajiban tentang kepemilikan senjata api bela diri kepada seluruh anggota perkumpulan. Antara lain melalui seminar dan workshop serta latihan rutin bersama di Lapangan Tembak Perbakin Senayan,” jelas Bamsoet.

Baca:  Wakil Ketua MPR: Bangkitkan Ekonomi Dengan Memperkuat Pertanian dan Perikanan Nasional

Dikatakan, PERIKHSA secara rutin akan menggelar latihan menembak bersama anggota perkumpulan. Sebab, kemampuan menembak harus selalu dilatih. Jika tidak dilatih secara berkala, dikhawatirkan terjadi penurunan akurasi daya tembak.

“Selain menggelar latihan rutin, pada September 2021 PERIKHSA akan mengadakan Lomba Asah Ketrampilan Menembak, memperebutkan Piala Ketua MPR RI, bagi pemilk izin khusus senjata api bela diri. Bekerjasama dengan International Defensive Pistol Association Indonesia (IDPA Indonesia) dan PB Perbakin,” tutur Bamsoet.

Dia menambahkan, membangun kerja sama serta kemitraan stratejik, PERIKHSA mulai melakukan silaturahim dengan berbagai pemangku kepentingan. Antara lain dengan Polri untuk berkontribusi mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga Kementerian Pertahanan dan TNI sebagai bagian dari komponen cadangan yang bisa digunakan untuk bela negara, menjaga kedaulatan bangsa.

Baca:  Ketua MPR: Pemenang Give Away Harus Hafal Pancasila

“Mengingat rasio jumlah polisi dan TNI dengan jumlah penduduk di Indonesia masih timpang. Sekitar 470.000 personil Polri dan 800.000 personel TNI harus melayani dan melindungi, sekaligus menjaga sekitar 270 juta jiwa penduduk. Disinilah peran serta masyarakat bahu membahu bersama aparat menjaga keamanan, ketertiban, serta kedaulatan bangsa dan negara,” papar mantan Ketua DPR tersebut.#duk