Lestari Moerdijat: Warisan Budaya Sumber Inspirasi Memperkokoh Jati Diri Bangsa

31

Lestari Moerdijat

Jakarta, BP–Peninggalan budaya adalah warisan yang dapat memperkokoh jati diri bangsa dan sumber pengembangan ilmu pengetahuan serta dapat menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai warisan budaya bangsa, Candi Borobudur adalah sebuah kitab bahkan perpustakaan besar yang menggambarkan peradaban kita di abad ke-8,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat berbicara secara daring di seminar dan lokakarya bertema Borobudur Pusat Musik Dunia, Kamis (8/4).

Hadir dalam seminar tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (virtual); Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan, Hilman Farid dan sejumlah seniman yang tergabung dalam Sound of Borobudur.

Baca:  Wakil Ketua MPR: Yang Dilakukan TNI Turunkan Baliho Sesuai UU

Menurut Lestari, nilai-nilai pada warisan budaya seperti Candi Borobudur bisa menjadi acuan menghadapi tantangan di masa kini.

Empat konsensus kebangsaan seperti UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata dia juga memiliki nilai-nilai dari budaya masa lalu dalam peradaban bangsa ini.

Nilai kebhinekaan, gotong-royong, musyawarah untuk mufakat dan berbagai nilai-nilai yang berkembang pada peradaban masa lalu, tambah Lestari, merupakan nilai yang diwarisi leluhur kita.

Baca:  Perlu Komitmen Politik Hidupkan GBHN

Nilai-nilai tersebut, masih relevan untuk dijadikan jalan keluar dari sejumlah problem bangsa saat ini.
Karena itu upaya mengkaji kawasan cagar budaya Borobudur sebagai pusat musik dunia merupakan inisiatif yang harus didukung bersama.

“Menjadikan Borobudur sebagai inspirasi untuk menarik ‘gerbong’ sektor lainnya, menurut Rerie, merupakan gagasan besar, yang diyakini memiliki dampak besar pula,” katanya.

Gagasan tersebut, merupakan angin segar yang memberi harapan bangkit di tengah pandemi.
Meski begitu, upaya pelestarian cagar budaya harus konsisten dilakukan. Mengutip pesan dari Bapak Arkeologi Indonesia, Prof. Mundardjito, tiga hal penting yang harus dilakukan dalam pelestarian cagar budaya, yaitu perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.

Baca:  MPR RI Sepakat Indonesia Miliki Haluan Negara

“Ketiga hal tersebut, secara keseluruhan harus dirangkum dalam sistem pengelolaan yang baik.
Dengan dasar pemikiran itu, Borobudur dimungkinkan menjadi subyek yang membawa setiap orang menjadi lebih empati, produktif dan kreatif.

Sehingga candi peninggalan Kerajaan Mataram kuno itu, bisa sebagai sumber inspirasi, ilmu pengetahuan, spiritual, kultural dan religiusitas,” papar Lestari. #duk