Baleg DPR: Revisi UU ASN Penting, Tapi Tidak Penuhi Syarat

84

Wakil Ketua Baleg DPR Ibnu Multazam dalam forum legislasi ‘Poin Penting Revisi UU ASN’ bersama anggota Komisi II DPR FPAN Guspardi Gaus di ruang Media Center, Senayan.

Jakarta, BP–Wakil Ketua Baleg DPR RI Ibnu Multazam.menegaskan, revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) ibarat buah simalakama. Maunya ingin dibahas tapi tidak memenuhi syarat, tidak dibahas jadi persoalan terus.

“Jadi, posisi RUU ASN inisiatif DPR saat ini menggantung. Mau dibahas tak ada DIM-nya, mau dilanjutkan atau dikembalikan pada pemerintah dan DIM nya mesti ada. Itu prosedurnya,”ujar Ibnu Multazam dalam forum legislasi “Poin Penting Revisi UU ASN” bersama anggota Komisi II DPR FPAN Guspardi Gaus, dan Ketua Umum DPN Korpri yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di Media Center DPR RI, Jakarta, Selasa (6/4).

Baca:  Jangan Tergesa-gesa Sahkan RUU Pertanahan

Anggota Komisi II DPR FPAN Guspar Gaus mengatakan, revisi UU ASN penting untuk rekrutmen, pengahapusan eselon 3 dan 4 berikut penempatan dan menjadikan birokrasi yang profesional.

“Kalau kondisinya seperti itu, maka revisi tak akan jalan. Apalagi sekitar 20 kelembagaan sudah ditutup. Kita dukung rasionalisasi eselon 3 dan 4 untuk fungsionalisasi jabatan, tapi jangan sampai masa depannya mengkhawatirkan,” kata Guspardi.

Baca:  Ketua Fraksi PKB: Pesantren Berkontribusi Cerdaskan Kehidupan Bangsa

Dikatakan, jumlah ASN kini mencapai 4.000.121 orang, dan akan terima 750.000 ASN atau PPPK.

Ketua Umum DPN Korpri yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan RUU ASN sudah diusulkan pada 15 Januari 2014 untuk terwujudnya birokrasi yang profesional, netral, sejahtera dan mampu menjadi pelayan publik yang baik dan setia NKRI. Sehingga posisinya pun tak khawatir ada tsunami politik pilkada maupun pilpres.

Baca:  Ketua Banggar DPR Bantah Bagi-bagi Uang yang Akibatkan Warga Berkerumun

“Eselon 2 itu jadi aset nasional yang diangkat dan diberhentikan oleh pusat. Maka, dengan sistem birokrasi yang tepat, profesional, kunci ASN ke depan adalah digitalisasi, bisa kerja dari mana saja, dan terbebas dari politisasi birokrasi serta harus berpikir out of the box dalam menyelesaikan masalah,” jelasnya.#duk