Ketua DPD RI Perjuangkan Hari Kebudayaan

8

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima kenang-kenangan dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadinata ke-XXI Aji Muhammad Arifin

Kutai Kartanegara, BP–Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan akan memperjuangkan agar Hari Kebudayaan dan Kearifan Lokal bisa masuk dalam kalender resmi Indonesia.
“DPD telah menyurati Presiden Joko Widodo.
Bagi kami, pelestarian warisan nusantara dan budaya luhur nusantara sangat diperlukan sebagai bagian dari ciri dan karakter bangsa Indonesia. Sekaligus sebagai filter bagi masuknya pengaruh negatif dari konsekuensi globalisasi tanpa batas di masa mendatang,” katanya.
Menurut LaNyalla, DPD RI dengan stakeholder berencana menggelar Kongres Budaya Nasional, dengan menghadirkan seluruh Raja-Raja dan Sultan se-Nusantara. Ini dilakukan agar eksistensi dan keberadaan kerajaan dan kesultanan di Indonesia semakin mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat dan Daerah.
Dari kegiatan ini, LaNyalla berharap muncul beberapa rekomendasi demi penguatan Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah percaturan global dan era dunia tanpa batas.
Dia juga memuji eksistensi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Saya bangga dengan eksistensi Kesultanan Kutai Kartanegara ini. Karena ini adalah salah satu wujud nyata bahwa bangsa ini adalah bangsa pelestari budaya,” tuturnya.
Dikatakan, Kerajaan Kutai Kartanegara adalah salah satu kerajaan tertua di Indonesia, selain Kerajaan Kandis dan Kerajaan Salakanagara.
Eksistensi tradisi Kesultanan Kutai Kertanegara tentu menambah daya dukung sektor pariwisata Kalimantan Timur, terutama menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dalam kesempatan itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadinata ke-XXI Aji Muhammad Arifin menyampaikan sejak 23 Januari 1950, Kesultanan Kutai Kertanegara telah menyampaikan legacy untuk bangsa Indonesia dengan mendukung NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara, serta meminta pemerintahan yang demokratis dapat dijalankan di Indonesia.
“Namun dalam hal pemajuan kebudayaan, kami masih harus berjuang, karena Kementerian Dalam Negeri belum memberi payung yang cukup bagi kami agar mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui bantuan anggaran yang cukup dari APBD maupun APBN, untuk itu kami berharap Ketua DPD RI dapat memperjuangkan agar kesultanan dan kerajaan di Indonesia mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden atau Perpres,” ungkap juru bicara Sultan XXI, Awang Yacoub.
LaNyalla pun berjanji akan menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo yang menjadi aspirasi terkait kesultanan di Nusantara. “Insya Allah kami siap menyampaikan langsung, apalagi di Kaltim ada Senator Ibu Aji Mirni Mawar, yang masih kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara,” tegas LaNyalla yang mendapat Songkok Senur dan Mandau khas Kukar.
Dalam kunjungannya LaNyalla didampingi senator Aji Mirni Mawarni, M. Idris, Zainal Arifin, Bustami Zainuddin, Djafar Al Katiri, Habib Abdurrahman Bahasyim, Asyera Wundalero, Wa Ode Rabia, Jiyalika Maharani, Amaliah, Cherish Harriette dan Adilla Aziz, serta mantan Senator Kaltim Awang Ferdian.#duk

Baca:  Ketua DPD RI Minta Pemerintah Adopsi Kearifan Lokal Saat Buat Kebijakan Daerah