Ditemukan Penanggalan Jepang 16/6/2603 di Bekas Bungker di Pulau Kemaro

24

BP/IST
Penanggalan Jepang di bongkahan beton bekas bungker Jepang di Pulau Kemaro

Palembang, BP

Sahabat Cagar Budaya (SCB) Palembang menggelar acara Heritage Walk 2 Tahun 2021 “ Jelajah Timur Kembaro” dengan melihat kembali penemuan dugaan bungker Jepang, Sabtu (3/4).

Sekitar 40 orang rombongan dari SCB berangkat dari Dermaga Intirub menuju Pulau Kemaro bagian, tempat ditemukan dugaan bungker, keramik, dan tinggalan lainnya baru-baru ini.

Selain melihat kelenteng dan kampung aer yang asri rombongan SCB juga melihat titik dimana bekas penemuan bangunan yang dulunya digunakan oleh tahanan PKI.

BP/IST
Bekas bungker Jepang di Pulau Kemaro

Letaknya tepat berada di muara sungai, menghadap ke arah Sungai Gerong dan Pertamina, dimana masih banyak ditemukan pecahan genteng dan bata yang sengaja dipecahkan.

Baca:  8 Orang Tim Survey Awal Di Kirim Dalam Expedisi Jejak Laksamana Cheng Ho di Pulau Maspari

Menurut Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Sumsel, Retno Purwati, pada survei sebelumnya pada Kamis (25/3), dugaan bungker tersebut baru ditemukan dengan dipenuhi tumbuhan yang menutupinya.

“Angka itu bukan angka 1963 seperti yang diinformasikan oleh sejumlah peserta Heritage Walk tadi dan dikaitkan dengan pembangunan jembatan Ampera. Pernyataan saya terkait dengan struktur bangunan ini dengan jembatan Ampera saya cabut. Angka tersebut adalah angka penanggalan Jepang, yaitu 16/6/2603 lengkapnya. Yang tertulis di atas struktur beton itu versi singkatnya. Dengan adanya angka tahun tersebut, justru memperkuat dugaan kami sebelumnya, bahwa struktur beton di Pulau  Kemaro adalah bungker Jepang,” kata Retno.

Baca:  Pulau Cempaka Di TPKS Gandus Jadi Taman Wisata

Retno mengaku, masih banyak penemuan yang perlu dilakukan penelitian ulang.

BP/IST
Sahabat Cagar Budaya (SCB) Palembang menggelar acara Heritage Walk 2 Tahun 2021 “ Jelajah Timur Kembaro” dengan melihat kembali penemuan dugaan bungker Jepang, Sabtu (3/4).

“Setidaknya kita sudah melihat bahwa masih ada yang tertanam, kemungkinan akan kita lakukan ekskavasi,” katanya.

Sedangkan Penggagas Komunitas Cagar Budaya (SCB) Robby Sunata mengatakan, sekitar 50 orang teman-teman tadi bisa mendapatkan experience baru tentang Pulau Kembaro, terutama terkait bahwa Pulau Kembaro bukan kelenteng saja melainkan memiliki banyak kisah yang menarik, tentang benteng kesultanan palembang, kamp tahanam PKI, dan struktur yg diduga bunker Jepang .

Baca:  Balar Sumsel: Peninggalan  Pulau Kemaro Cenderung Ke Era Kesultanan Palembang

“Mereka juga merasakan keasrian pulau kemaro dan pantai pulau kemaro. Harapannya nanti mereka bercerita kepada teman-temannya masing-masing tentang kekayaan experience sejarah dan alam kembaro kepada teman dan keluarganya.” katanya.#osk