Ultimate magazine theme for WordPress.

Mendagri Sebut Paling Lambat Desember 2021 Mendatang Sedikitnya 2/3 Penduduk Memiliki Antibodi

Palembang, BP–Gerakan mensukseskan vaksinasi nasional bersama Kemenkes dan Grab Indonesia, di gelar di Dinning Hall Komplek Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (32/3) pagi.

Turut hadir Mendagri Tito Karnavian , Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM ,Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Forkompimda  Sumsel.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI H.M Tito Karnavian mengatakan, flow pelaksanaan vaksinasi yang digelar kali ini sangat terorganisir. Karena meskipun vaksinasi massal ini diikuti banyak peserta namun tidak terlihat sama sekali adanya kerumunan, penumpukan atau dorong-dorongan. Hal ini diakui Tito sangat berbeda dengan yang terjadi di beberapa daerah lain. Atas dasar itu pula Tito berharap apa yang dicontohkan Provinsi Sumsel ini bisa diikuti kab/kota di Sumsel lainnya yang juga akan menggelar vaksinasi.

Baca:  Waka Polda Sumsel Bersama Danrem 044/Gapo Tinjau Lokasi  Pelaksanaan 1 Juta Vaksin

“Jujur Saya melihat flow-nya sangat beraturan dan sangat terorganisir.  Kemudian keluar masuknya juga begitu teratur. Bahkan Saya menemukan jawaban disini interview dan mengisi form-nya dilakukan online jadi screeningnya cepat,” tegas Tito.

Selama ini kata Tito proses interview keadaan calon yang akan divaksin memakan waktu lama begitu juga saat pengisian form registrasi sehingga keadaan menjadi cukup ramai. Dengan sistem pengisian di luar secara online ini diakuinya merupakan terobosan yang sangat tepat agar prokes tetap terjaga.

Makan waktu lama itu interview kondisi dilakukan secara online yang percepat itu. Terjawab disini mengisi form online dan tinggal screening disini.

“Sekai lagi, flow-nya sangat bagus mulai screening sampai penyuntikan dan waktu observasi hingga  selesai semuanya baik. Lokasinya juga memadai di Jakabaring dan ini bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia yang akan melaksanakan vaksinasi massal,” jelas Tito.

Baca:  Kapolda Sumsel Pantau Vaksinasi  Merdeka

Lebih jauh Tito mengatakan, kedatangannya ke Sumsel ini juga dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi. Dimana para menteri diminta memberikan motivasi kepada masyarakat Indonesia agar tidak ragu lagi untuk divaksin. Sekaligus menepis hoax soal dampak vaksin yang menimbulkan keraguan di masyarakat.

“Kebetulan karena Saya putra daerah Sumsel makanya hari ini ke Sumsel meninjau langsung gerakan mensukseskan program vaksinasi nasional. Kebetulan hari ini Kemenkes, Gubernur bersama Grab menyelenggarakan ini di Jakabaring,” ujarnya.

Dikatakan Tito mengenai target vaksinasi ini, pemerintah berharap paling lambat Desember 2021 mendatang sedikitnya 2/3 penduduk sudah memiliki antibodi.

Baca:  Yang Harus Dilakukan Bila Terjadi Reaksi KIPI Setelah Vaksinasi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini, menjelaskan upaya menurunkan angka kematian dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah pemeriksaan (testing) dengan meningkatkan penemuan suspek melalui kegiatan penelusuran (tracing) dan di layanan.

Selain itu, menurunkan jumlah kematian dengan lebih memperhatikan tata laksana penanganan kasus di layanan, khususnya untuk kasus dengan penyakit penyerta (komorbid) dan lansia.

“Ini karena kematian kita terutama pada kelompok komorbid dan lansia. Sudah saatnya kita sadar dan peduli terhadap penyakit tidak menular yang saat ini sudah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia, seperti jantung, hipertensi, diabetes melitus dan gagal ginjal,” jelas Lesty.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...