DRA: Wartawan Bukan Hakim Lapangan, Harus Teguh Pada Kode Etik Jurnalistik

28

Sekayu, BP–Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yakin bahwa profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Sebagai profesi jurnalis yang berhubungan erat dengan informasi, maka tentu harus berita yang disajikan sesuai fakta dan kebenaran.

“Saya tegaskan bahwa saya hadir disini, sebagai kepala daerah yang wajib mengayomi dan melayani warganya termasuk melindungi seluruh profesi wartawan, saya tetap konsisten akan mengayomi seluruh elemen media yang berkarya di Musi Banyuasin dan termasuk IWO serta mendorong perkembangan IWO di Kabupaten Muba,” ucap Dodi pada acara Pengukuhan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muba periode 2021 – 2026, di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021).

Dikatakan Dodi, menjadi wartawan itu berat karena bukan hanya penyampai berita tapi juga harus menjaga peradaban , yaitu sifat, tindak tanduk, etika, sopan santun.Bagaimana seorang wartawan harus bisa menyampaikan berita dengan lugas, terpercaya dan menjunjung tinggi peradaban.

Baca:  Prokes Ketat dan Fasilitas Lengkap, Muba Persiapan KBM Tatap Muka

“Benar dikatakan Ketum IWO pusat, bahwa wartawan juga harus peka terhadap bencana, sembari menggali berita untuk memberitahu pemerintah, karena kita pemerintah tidak boleh alergi dengan kritik, namun juga diperhatikan, jangan buat tulisan berita bikin yang sifatnya memprovokasi, kalau disampaikan dengan santun dan benar pasti akan diapresiasi dan dijadikan masukan bagi Pemkab,”ucapnya.

Kepala Daerah Terpopuler di Sosial Media ini juga menyampaikan, dengan telah terbentuknya IWO Muba, diharapkan dapat menjunjung tinggi peradaban, menjadi organisasi yang mendapat pengakuan legitimasi dan menjadi contoh organisasi bagi wartawan lainnya.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus daerah IWO Muba, beritakan secara benar dan jangan menjadi hakim di lapangan, karena ada kode etik yang harus dijunjung berdasarkan UU No 40/1999 Tentang Pers, jurnalis bukan hanya menyiarkan berita saja tapi punya tanggung jawab moral, dengan begitu akan bisa membawa IWO Muba menjadi organisasi yang dihormati,”pungkas Bupati DRA.

Baca:  Ratusan Partisipan Webinar Antusias Laksanakan New Normal, Kuncinya Disiplin Protokol Kesehatan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono menyampaikan ucapan selamat kepada IWO Muba yang sudah dikukuhkan. Dirinya berpesan agar IWO Muba dapat beramanah karena wartawan itu tugasnya berat, sebagai penyampai pesan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kalian wartawan harus amanah, sebagai penyampai pesan maka dalam menjalankan tugas, wartawan harus fokus pada kebaikan dan menjauhi kesesatan, karena kebaikan akan membawa kebaikan untuk negeri. Kode etik jurnalistik harus dipatuhi bersama, kalian boleh nulis apa saja tapi ingat ada tanggung jawab yang luar biasa di pundak kalian, karena menentukan hitam dan putih perjalanan,”ujarnya.

Jhodi menyebutkan, dari Aceh sampai Papua IWO sudah dilantik, jadi organisasi IWO bukan main-main lagi. Organisasi yang didirikan dengan semangat mandiri tanpa bersandar pada apapun, maka dari itu dirinya mengajak agar IWO tetap menjaga spirit membangun peradaban dan kemanusiaan.

Baca:  Duta Baca Muba Siap Presentasikan Penelitian Kebencanaan di Bukit Sentul

“Tetap jadi wartawan dan manusia yang baik, tugas wartawan menulis berita, bukan terlibat dalam persoalan. Tetaplah jadi wartawan, kita tidak hendak jadi birokrat maka jadilah wartawan yang maju kedepan, kreatif dan terus berbenah dengan kemajuan teknologi,”pungkasnya.

Sementara itu Ketua IWO Muba Riyan Shaputra mengatakan, dengan telah dikukuhkan organisasi IWO Muba semoga dapat menjalin sinergitas dan silaturahmi yang baik, untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muba menuju Muba Maju Berjaya.

“Tantangan kemajuan di era digitalisasi ini tidak dapat kita hindari dan tidak bisa kita pungkiri, melalui kemajuan digitalisasi ini mudah-mudahan kami dapat mebangkitkan kecerdasan masyarakat melalui organisasi IWO Muba,”ucap Riyan.#