Ultimate magazine theme for WordPress.

Bamsoet Harap Indonesia Mampu Produksi Banyak Kendaraan Listrik

Bambang Soesatyo

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan salah satu komponen penting yang membuat harga kendaraan listrik mahal adalah baterai kendaraan listrik. Harga baterai mencapai satu pertiga dari harga jual satu unit kendaraan listrik.
“Masyarakat masih enggan beralih ke kendaraan listrik, karena harga kendaraan listrik terhitung mahal. Satu komponen inti yang membuat kendaraan listrik mahal, adalah baterai. Jika harga baterai bisa ditekan, harga kendaraan listrik bisa jauh lebih murah,” ujar Bamsoet dalam Talkshow ‘RI Resmi Punya Perusahaan Baterai Kendaraan Listrik’ secara virtual, di Jakarta, Senin malam (29/3).
Turut sebagai pembicara Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury dan Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam.
Bamsoet mengapresiasi langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendirikan Indonesia Battery Corporation (IBC). Holding yang dibentuk empat BUMN, yaitu PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT. Pertamina, dan PT. PLN. Holding tersebut akan mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air.
“Adanya pabrik baterai di Indonesia merupakan angin segar bagi iklim investasi serta pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Ini akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Menyerap pasar tenaga kerja, khususnya generasi muda,” kata Bamsoet.
Dikatakan, Indonesia mempunyai sumber daya yang besar untuk pembangunan industri baterai kendaraan listrik, antara lain nikel dan kobalt. Bahkan, sejak 2018 Indonesia telah diakui sebagai ‘raja nikel dunia’.
Tak hanya itu, Indonesia juga menguasai 30 persen cadangan dan sumberdaya nikel dunia, yakni sekitar 21 miliar ton. Indonesia pun kaya akan material komponen penting untuk industri baterai selain nikel, yaitu 1,2 miliar ton aluminium, 51 miliar ton tembaga, dan 43 miliar ton mangan.
“Tren industri otomotif dunia semakin mengarah pada pengembangan industri kendaraan listrik, mengingat ketersediaan sumber daya minyak dan gas sebagai bahan bakar kendaraan konvensional semakin menipis. Dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia, kita jangan hanya penonton dalam pengembangan kendaraan listrik. Tetapi, harus menjadi pemain utama yang turut mewarnai perkembangan kendaraan listrik dunia dengan menghasilkan berbagai kendaraan listrik karya anak bangsa,”papar mantan Ketua DPR tersebut.#duk

Baca:  Arsul Sani: Radikalisme Bisa Dicegah dan Dihentikan
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...