Anggaran Defisit, Pemkab Muaraenim Minta Bantuan  Gubernur Sumsel

14

BP/IST
Rizal Kenedi

Palembang, BP

Anggaran Pemkab Muaraenim mengalami defisit hingga Rp 300 Miliyar. Kondisi ini membuat pembangunan dikabupaten tersebut jadi terganggu. Untuk itu, melalui reses yang dilakukan Anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan VI, Pemkab Muaraenim minta bantuan Pemprov Sumsel untuk mencarikan solusi dari permasalahan tersebut.

Demikian dikatakan Anggota dapil VI DPRD Sumsel, Rizal Kenedi , Senin (29/3).

Baca:  "Jangan Ambil Keuntungan Ditengah Bencana"

Menurut Rizal, pada reses kali ini dia bersama Dr.Ir.H.Syamsul Bahri,MM bertindak selaku koordinator, dengan anggota Ersangkut,S.Psi;  H.M. Giri Ramanda N Kiemas,SE.,MM; Asgianto,ST ; Lia Anggraini,SH; Dra. Hj. Nurhilyah; Firdaus SH dan H. Rizal Kenedi,SH.,MM, mengunjungi sejumlah desa, kelurahan dan kecamatan yang ada di Kabupaten Muaraenim, Prabumulih dan Pali.

Turut hadir PJ Sekda dan beberapa kepala OPD Pemkab Muaraenim.

Baca:  Dua Kabupaten di Sumsel Bupati dan Wakil Tak Bisa Jalankan Tugas, Agus Sutikno : “Pemerintah Pusat Buat Aturan Antisipasi Seperti Ini”

Menurutnya , pandemi Covid-19 telah membuat perekonomian bangsa porak poranda, tidak terkecuali Pemkab Muaraenim.

“Mereka menyampaikan gambaran anggaran APBD 2021 yang mana terjadi defisit 300 miliar , karena memang ada pemotongan dana DAU, untuk covid dan lain-lain. Oleh sebab itu mereka mengharapkan bantuan Gubernur Sumsel,” katanya.

Politisi PPP ini mengatakan akan  menyampaikan pada  Gubernur Sumsel  melalui rapat paripurna DPRD Sumsel.

Baca:  Presiden  Jokowi Instruksikan Pelabuhan Samudra TAA Tahun 2024 Harus Sudah Diresmikan

“Tidak semua ajuan masyarakat bisa dikabulkan tetapi melihat kewenngan dan sekala prioritas, bantuan mungkin tidak  secara langsung tetapi bisa melalui Bangub dari provinsi yang diserahkan pada daerah,” katanya.#osk