Tim Palembang Sapu Bersih Juara di Tournament Petanque Double Open Se-Sumsel

34

BP/Dudy Oskandar
Tournament Petanque Double Open se-Sumatera Selatan (Sumsel)  dalam rangka  HUT Federasi Olahraga Petanque  Indonesia (FOPI)  Ke 10 , Sabtu (27/3) di lapangan Pentanque Talang Semut,Palembang.

Palembang, BP

Tournament Petanque Double Open se-Sumatera Selatan (Sumsel)  dalam rangka  HUT Federasi Olahraga Petanque  Indonesia (FOPI)  Ke 10 , Sabtu (27/3) di lapangan pentanque Talang Semut, Palembang ternyata membuktikan kalau atlet pentanque dari  kota Palembang masih terlalu tangguh bagi atlet daerah lain.

Hal ini terbukti dalam tournament tersebut atlet pentanque dari Palembang menyapu bersih semua juara.

Dimana juara 1 adalah tim Palembang 11 ( Sidik Kwa & Ferry Hidayat) dan juara 2  diraih Tim Palembang 6 ( Aris Alamsyah & Abqori Nasrullah)

Sedangkan Juara 3  bersama  yaitu tim Palembang 4 (Fety Nurhalizah & Gunadi) dan tim Palembang 7 (Naufal Widianto & Syarif Hidayatullah).

Ketua Pengda Fopi Sumsel, Mayor Caj Rusdian Abidin menilai tournament ini adalah tournament yang pertama pihaknya laksanakan  di masa pandemi Covid-19.

“Pelaksanaan tournament ini tetap menjaga protokol kesehatan antara sesama pemain dan penonton,” katanya.

Kegiatan ini menurutnya terselenggara  berkat kerjasama kepanitian dan didukung PT Sumsel Energi Gemilang dipimpin Wawan Setiawan.

“ Target yang akan kita capai paling tidak untuk kegiatan pentanque wilayah Sumsel berpusat di Palembang kita mencari bibit atlet yang memiliki potensi  baik tingkat, lokal, nasional bahkan jika ada even internasional  pihaknya siapkan atlet berlaga disana.

Sedangkan  Dirut PT Sumsel Energi Gemilang yang juga penasehat Pengda Fopi Sumsel Wawan Setiawan menilai target  Fopi Sumsel dalam tournament ini tidak muluk-muluk.

“Karena olahraga ini sebagai salah satu alat pemersatu bangsa ditengah hiruk pikuknya orang lagi susah, di tengah hiruk pikuknya perpecahan, ditengah hiduk pikuknya  pandemi  dan sebagainya orang berpikirnya lost hope,” katanya,

Dengan adanya olahraga ini pihaknya menargetkan olahraga  bergairah lagi dan kehidupan kembali normal .

“ Dalam jangka panjangnya karena olahraga pentanque ini Indonesia di inisiasi  dari Provinsi Sumsel dan kota Palembang kita harapkan  ini juga bisa mengeliat lagi dan atlet ini bisa  terbentuk lagi pengkaderan dan lain-lain,” katanya.

Dan rencananya pihaknya akan melakukan vaksin covid-19 untuk seluruh atlet pentanque Sumsel dengan meminta bantuan Dinas Kesehatan Provinsi termasuk sosialisasi kepada masyarakat kalau vaksin ini aman.

“ Intinya menggalakkan kembali olahraga ini sebagai alat pemersatu , sebagai alat untuk  masyarakat bersosialisasi dalam segi-segi yang positip,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum II Ahmad Yusuf Lambir menjelaskan peserta yang mengikuti tournament ini menurutnya berjumlah 50 orang perserta dari  Palembang (11 tim), Banyuasin (2 tim) , OKU (4 tim)  dan Ogan Ilir (OI) (3 tim).

“ Karena keterbatasan waktu dan dana yang diperlombakan hanya  satu nomor yaitu double campuran bisa putra-putra,  putra-putri  ,putri-putri,” katanya.

Sedangkan hadiahnya terdiri dari uang pembinaan  dari sponsor  PT Sumsel Energi Gemilang , tropi dan medali serta sertifikat dari Pengda Fopi Sumsel.

“ Karena vakum hampir dua tahun karena pademi Covid-19 Tournament ini untuk penyaringan lagi  untuk pembinaan lebih lanjut, untuk mengikuti kejurna atau pra PON  harus seleksi lebih lanjut tapi paling tidak  dengan tournament ini kita akan melihat lagi  ada bibit-bibit baru dan untuk dibina lebih lanjut,” katanya.

Mengenai prestasi Pentanque Sumsel  menurutnya sudah cukup banyak dimana dimana pernah mengikuti kejuaraan dunia dua kali, tim putra ke Madagaskar 2016 , tim putri  2018 ke Cina.

“ Untuk prestasi atlet Sumsel  menyumbang medali perak  di Sea Games Singapura atas nama Anisa tahun 2015, dan beberapa yang lain terakhir saat eksebisi PON 2016 tim Sumsel juara umum  dan mendapatkan medali emas,” katanya.

Sedangkan atlet pentanque Palembang , Ade Oktaria Bustomi (24)

Mengaku sudah enam tahun menggeluti olahraga pentanque sejak menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Semarang tahun 2015.

“ Kemudian ikut UKM kampus  lalu masuk di tim kota Semarang dan Tim Jawa Tengah, saya asli Baturaja sekarang pulang ke Baturaja ,” katanya sembari mengatakan, dirinya sekarang aktif di KONI OKU.

Dia melihat prospek perkembangan pentanque sangat pesat karena petanque Indoensia terakhir di Palembang .

“ Kalau di OKU  mulai merintis dari tahun 2017 terbentuk  Baturaja Petanque Club , mengikuti arbit nasional dan pelatih nasional petanque di Jakarta lalu tahun 2019 terbentuk Fopi OKU sampai sekarang, sejauh ini atlet dari OKU cukup mempunyai semangat yang luar biasa  karena mereka mempunyai tekad, mental  yang oke sehingga  berani ikut di kompetisi ini,” katanya.

Untuk prestasi dirinya  seperti praporprov Jateng tahun 2017 di Solo juara II Triple Mix dua putrai satu putra dan juara  III double women di Sol0, di 2016 di Kejuaraan Nasional Mahasiswa di Medan Juara III Double Mix dan  Juara III Triple Women, 2018 Juara III Porprov di Surakarta, Juara III Double Women.

“ Paling ikut Popnas  kalau Pomprov juara II Shoting Women dan juara II Single Women,Pomnas lolos cuma pas di Pomnas belum juara,” katanya.

Untuk di OKU pihaknya akan melakukan sosialisasi  lebih lanjut dengan guru sekabupaten OKU melakukan choaching klinik dan membentuk UKM di Universitas Baturaja.

Sedangkan Atlet pentanque dari Palembang, Lena Indayati (38) mengaku dirinya atlet pertama timnas Indonesia tahun 2011 waktu Sea Games Jakarta-Palembang.

“ Saya tertinggi adalah kejuaraan Se-Asia di Kamboja dapat Bronze (perak) , terakhir saya ikut kejuaraan dunia tahun 2017 di Cina dan itu memperkuat tim Sumsel untuk kejuraan PON eksebisi tahun 2016 di Jabar waktu itu Sumsel juara umum, waktu itu saya memperoleh satu medali emas, satu perak,” katanya.

Dia menilai tiga tahun terakhir pentanque menurun di Sumsel  tapi sejak terbentuk pengurus Fopi Sumsel yang baru ini menggeliat lagi dan pihaknya sudah punya Fopi kabupaten kota di Sumsel berjumlah 7.

“ Untuk tingkat lokal Fopi sedang memusatkan untuk Porprov di OKU November tahun 2021, mungkin ada beberapa atlet Sumsel dipanggil untuk seleksi Sea Games, “ katanya.#osk