Ultimate magazine theme for WordPress.

Ahmad Basarah: Pers Miliki Tanggung Jawab Luruskan Berita Bohong

Anyer, BP–Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, berita bohong atau hoaks yang tumbuh subur di media sosial (medsos) memberi pengaruh luar biasa terhadap opini publik, bahkan cenderung menjadi penyebab konflik di masyarakat.
Sehingga insan pers sebagai media massa yang memiliki kaidah jurnalistik memiliki tanggungjawab meluruskan hoaks, juga mencegah potensi konflik di tengah masyarakat akibat berita bohong.
“Tidak ada jawaban lain untuk meluruskan konflik itu di tengah masyarakat, selain pengabdian jurnalis di manapun berada,” ujar Ahmad Basarah di Anyer, Sabtu (27/3).
Menurut Basarah, tanpa media massa, seluruh isi dan ruh MPR sebagai rumah kebangsaan, tidak mungkin diketahui 270 juta jiwa rakyat Indonesia.
Basarah mengakui pers, penting untuk memberi pemahaman dan pengertian tentang apa yang sudah, sedang dan akan dikerjakan lembaga MPR RI selama ini.
“Tanpa hubungan baik dengan insan pers, seluruh isi dan roh MPR sebagai rumah kebangsaan, tidak mungkin diketahui 270 juta jiwa rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dikatakan di tengah era digitalisasi atau 4.0 suka tidak suka telah mengubah dan menguasai pandangan masyarakat. Terutama, bagaimana masyarakat cenderung tidak lagi mempercayai situs-situs pemerintah baik Kementerian ataupun lembaga negara sebagai sumber informasi.
“Di tengah digital era 4.0 yang menguasai hidup hajat orang banyak, saat ini masyarakat tidak mempercayai situs-situs pemerintah, kalah kredibilitasnya hari ini dengan media sosial,” tuturnya.
Dalam kondisi seperti itulah kata dia, menjadi penting agar Kementerian/Lembaga Negara, termasuk MPR RI terus menggandeng nsan pers memberikan kepercayaan terhadap masyarakat.
Basarah mengajak insan pers berkomitmen menangkal semua pemberitaan hoaks,sehinggs wibawa pers tetap terjaga dan tak akan tersaingi media sosial.
“Kami tidak berharap media sosial menggantikan posisi media mainstream menyebarkan berita. Saya prihatin membaca laporan Kemenkominfo yang pernah merilis ada 800 ribu situs penyebar hoaks di Indonesia,” paparnya.#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...