Ultimate magazine theme for WordPress.

KBM di Buka, DPRD Sumsel Akan Bahas Dengan Diknas Sumsel dan Tim Kesehatan

BP/IST
Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka secara langsung di sekolah secara langsung diusulkan  ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk segera dibuka dan diberlakukan.

Palembang, BP

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka secara langsung di sekolah secara langsung diusulkan  ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk segera dibuka dan diberlakukan.

Hal ini berdasar hasil reses tahap I anggota DPRD Sumsel Dapil Sumsel II kota Palembang  di SMAN 6 dan SMAN 17 Palembang, Kamis  (25/3).

Rombongan di pimpin  Dr Budiarto Marsul, (Fraksi Gerindra), dan dihadiri Tamtama Tanjung (Fraksi Demokrat), Nopianto (Fraksi Nasdem), HM Yansuri (Fraksi Golkar), H Zulkifli Khadir (Fraksi PDI-P), dan Antoni Yuzar (Fraksi PKB).

Budiarto Marsul mengatakan  dalam reses ini pihaknya senang karena dapat bertemu dengan Kepala SMA dan SMK Negeri di Palembang.

Baca:  DPRD Sumsel Harapkan Marga Sebagai Sistim Pemerintahan Bisa Dihidupkan

“Disini kita menyerap aspirasi dari Kepala Sekolah, diantaranya sekolah yang menginginkan pembelajaran tatap muka, itu akan kita bahas dengan Dinas Pendidikan dan tim dari kesehatan dan ada aspirasi dari sekolah untuk penambahan sarana dan prasarana, ” katanya.

Pihaknya di DPRD Provinsi siap mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah agar lebih maju dan sekolah lebih berkualitas.  Oleh sebab itu,  anggaran untuk Pendidikan itu selalu mencapai 20 persen dari APBD.  Itu sebagai komitmen kita agar pendidikan di Sumsel berkualitas, ” katanya.

Sedangkan HM Yansuri mengatakan, kegiatan reses ini guna menampung secara langsung aspirasi masyarakat. Sehingga akan menjadi bahan pembahasan, termasuk usulan wali murid untuk segera memberlakukan  belajar tatap muka.

Baca:  DPRD Sumsel Apresiasi Pemerataan Pembangunan di Sumsel

“Artinya, akan menjadi bahan untuk pertemuan kami dengan seluruh kepala sekolah besok. Apabila diberlakukan kuncinya harus menerapkan protokol kesehatan,”katanya

“Dan meminta Disdik untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs H Riza Fahlevi MM mengatakan, pihaknya menunda pembelajaran tatap muka (PTM)  sampai dilakukan vaksin.

“Banyak permintaan untuk membuka proses belajar mengajar ini, Bapak Gubernur  minta tunggu di vaksin dulu , baru bahas  di buka atau tidak. Ini menjadi tanggung jawab bersama.  Kalau proses belajar mengajar dilaksanakan,  saya jamin protokol kesehatan harus ketat berlaku,  pertanyaan saya mereka pulang,  dimana tanggung jawab ortu,  masyarakat. Kita tidak mau ada kluster baru,  karena setelah siswa pulang kita tidak tahu mereka kemana lagi, ” katanya.

Baca:  Kunjungi PT Angkasa Pura II, DPRD Sumsel Berharap Prokes Bandara di Jalankan

Ketika ditanya apakah akan ada uji coba proses belajar mengajar,  Riza menuturkan, kalau sekolah sebenarnya sudah siap.  Itu terbukti saat PPDB di SMA 1 dan SMAN 17 dengan tatap muka.

“Tapi kalau untuk seluruh siswa yang ikut proses belajar mengajar itu harus kita evaluasi bersama tim gugus tugas.  Karena yang  terpenting keselamatan dan kesehatan siswa, ” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...