Balar Sumsel: Peninggalan  Pulau Kemaro Cenderung Ke Era Kesultanan Palembang

7

BP/IST
Penemuan Lokasi Pertahanan Pasukan Jepang Di Pulau Kemaro oleh tim Balar Sumsel, Kamis (25/3).

#Ditemukan Lokasi Pertahanan Pasukan Jepang Di Pulau Kemaro

Palembang, BP

Tim Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  pimpinan Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana dan arkeolog dari Balar Sumsel yaitu Retno Purwanti (Arkeologi Hindu Buddha/Arkeologi Sejarah), Sondang M. Siregar (Arkeologi Hindu-Buddha/Arkeologi Lingkungan)., Aryandini Novita (Arkeologi Kolonial),  Muhammad Nofri Fahrozi (Antropolog/Koordinator Peneliti Balar Sumsel) melakukan survey ke Pulau Kemaro, Palembang, Kamis (25/3).

Turut hadir penelusur sejarah Sumsel yang juga Penggagas Komunitas Cagar Budaya Robby Sunata.

Dalam kunjungan tersebut pihak Balar Sumsel  menemukan lokasi pertahanan anti serangan udara pasukan Jepang di Pulau Kemaro.

 

“ Kita menemukan data baru tadi, tapi memang kita tadi fokusnya tidak sekitar kelenteng, kalau kelenteng itu tanahnya mulai teraduk, banyak ruang terbuka sudah enggak ada, banyak rumput, akhirnya  kita kearah kampung aer itu sampai ke ujung sampai ke Bungalow/Villa sampai ke ujung lagi , “ kata Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana.

Baca:  60 Agen Travel Diajak Promosikan Bintan Resorts-

Sepanjang perjalanan menurut Budi, pihaknya banyak menemukan  beberapa grabah dan kramik   masanya muda yaitu di era masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Di ujung Pulau Kemaro pihaknya menemukan Bungker peninggalan Jepang dan lokasi penjara zaman PKI.

“ Isu-isunya dulu katanya ada pembantaian PKI , penjara PKI memang bekasnya ada, jadi kalau zaman Kesultanan kemungkinan yang menjadi benteng pertahanan , tapi itu kayaknya  tinggalan bungker zaman Jepang, “ katanya.

Bungker Jepang tersebut menurutnya bukan Bungker dalam hal pertahanan tapi  menurutnya ada yang bilang dapur.

“ Bungkernya enggak terlalu besar, bentuknya segi empat posisinya di mulut pantai paling ujung Pulau Kemaro dengan kondisi tidak utuh.

“ Disana kita bisa melihat  agak terbuka  sedikit, kita bisa survey dan kami nemu kramik, gerabah memang muda zaman Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.

Dan disamping bungker Jepang itu menurutnya ada penjara tempat penjara dan ada yang bilang  untuk membunuh juga .

Baca:  Ditemukan Penanggalan Jepang 16/6/2603 di Bekas Bungker di Pulau Kemaro

“ Karena itu khan trus ke sungai di sungainya itu ada tempat batu turun ke sungai, “ katanya.

Untuk luas areal bungker dan penjara luas arealnya bisa mencapai 1 hektar yang merupakan satu komplek di ujung Pulau Kemaro.

“ Kita sengaja kesitu , karena peluang untuk menemukan tinggalan itu masih ada karenanya  kami jalan ke ujung Pulau Kemaro,” katanya .

Untuk langkah selanjutnya menurutnya pihaknya  akan melakukan analisa dahulu .

“ Kendalanya temuannya tidak padat jadi  temuannya sporadis, kalau kita mau ekskavasi pun harus mempertimbangkan kepadatan temuan , sementara kita survey  dulu, kebetulan kami waktu sekitar kampung aer sampai villa sampai pasang tinggi , saya berharap kalau surut kita bisa survey kesitu nanti suatu saat kita akan survey lagi, nunggu pas surut kita harus tahu jadwalnya,” katanya.

Baca:  8 Orang Tim Survey Awal Di Kirim Dalam Expedisi Jejak Laksamana Cheng Ho di Pulau Maspari

Untuk peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam pihaknya belum menemukan di lokasi tersebut.

“ Tapi dugaan saya tidak jauh dari tempat penjara itu , kalau dilihat dari peta Belandanya itu , tidak jauh situ, jangan-jangan dulu benteng pertahanan Kesultanan Palembang yang menjadi penjara dan bungker itu,” katanya.

Untuk tinggalan zaman Sriwijaya di Pulau Kemaro pihaknya belum menemukan , karena kecenderungan Pulau Kemaro lebih ke era Kesultanan Palembang Darussalam.

Penelusur sejarah Sumsel yang juga Penggagas Komunitas Cagar Budaya Robby Sunata menilai Pulau Kemaro adalah pulau penuh sejarah, bukan tanah kosong.

“Setidaknya era sejarahnya adalah masa kesultanan Palembang , kolonial Belanda, Jepang, dan  NKRI, kalau era jepang baru ditemukan tadi,” katanya.

Kalau di posisi bunker tadi menurutnya tidak ada  temuan lain selain bunker.

“Yang banyak sisa bangunan ado di sisi ujung timur dan selatan yang ngadep Plaju,” katanya.#osk