Ultimate magazine theme for WordPress.

Warga Suak Tapeh Ngadu ke DPRD Sumsel 

Palembang, BP

Warga Suak Tapeh menyampaikan sejumlah keluhan kepada wakilnya yang duduk di DPRD Sumsel, asal daerah pemilihan X Kabupaten Banyuasin. Beberapa persoalan yang dikeluhkan adalah masalah jalan yang rusak parah, serta masalah air bersih yang belum bisa dinikmati warga.

“Hari ini (kemarin, red) kita menerima banyak aspirasi masyarakat kabupaten Banyuasin, khususnya warga Kecamatan Suak Tapeh,” ujar MF Ridho, Koordinator dapil X DPRD Sumsel, yang ditemui usai berdialog dengan warga, Rabu (24/3).

Beberapa persoalan yang disampaikan warga adalah masalah Jalan Padat Karya, yang melintas dari Desa Lubuk Lancang ke Desa Bengkuang sepanjang 7 Kilometer yang rusak parah. Serta masalah air bersih yang tidak kunjung dinikmati warga.

Baca:  DPRD Sumsel Dorong DOB Kikim Area

“Untuk masalah jalan ini, akan kita pelajari apakah masuk ranahnya pemerintah baupaten atau provinsi. Nanti akan kita sampaikan agar segera ditindak lanjuti. Sedangkan untuk sarana air besrih, pemerintah provinsi melalui inas PU telah mengalokasikan dana Rp 1,8 M untuk membanggun instalasi. Selanjutnya tugas pemerintah kabupaten untuk menyalurkannya kerumah-rumah penduduk. Karena itu sudah bukan lagi ranahnya pemerintah provisni,” kata Ridho.

Sebelumnya Kepala  Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, Solihan menyampaikan keluhkan jalan rusak yang sangat sulit dilalui. Tepatnya di Jalan Padat Karya, yang melintas dari Desa Lubuk Lancang ke Desa Bengkuang sepanjang 7 Kilometer.

Baca:  Vaksin Pendidik di Sumsel Baru Capai 26 Hingga 29 Persen, Komisi V DPRD Sumsel Pertanyakan Kesiapan Pembukaan PTM

“Untuk anak anak kan masih sekolah daring, sehingga sekolahnya tidak terganggu. Namun untuk warga, kondisi jalan yang sangat buruk ini sangat menghambat lalulintas, karena kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas ijalan itu,” ungkap Solihan.

Dikatakan Solihan, Desa Bengkuang ini dihuni sekitar 160 KK, dan jalan Lubuk Lancang menuju Desa bakung merupakan satu satunya akses jalan yang bisa dilalui. Oleh sebab itu, mereka sangat berharap agar jalan ini segera diperbaiki, karena saat musim hujan warga ddisini jadi terisolasi, dan tidak dapat melakukan aktifitas apapun, sehingga berdampak pada aktifitas perekonomian.

Baca:  Buntut Ubah Nama SMAN Sumsel Jadi SMAN 22 Palembang, Kadisdik Sumsel Dipanggil DPRD Sumsel

“Terutama hasil perkebunan karet warga tidak bisa terangkut karena jalan sangat berlumpur. Begitu pula saebaliknya,’ ujarnya.

Anggota Dapil 10 DPRD Sumsel lainnya Nadia Basjier SE, menuturkan semua aspirasi warga Kecamatan Suak Tapeh akan segera menjadi perhatian dewan propinsi. “Seperti Lampu Jalan Tenaga Surya sudah kami usulkan, Insyallah segera teralisasi tahun ini” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...