Tak Ditemui Direksi PT Semen Baturaja, Anggota DPRD Sumsel Dapil 1 Kota Palembang Naik Pitam

8

BP/IST
Reses tahap I anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I kota Palembang di kantor Pusat PT Semen Baturaja di Jalan Abikusno Cokrosuyoso, Kertapati Palembang, Rabu (24/3) berakhir dengan kekecewaan sehingga membuat wakil rakyat ini naik pitam

Palembang, BP

Reses tahap I anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I kota Palembang di kantor Pusat PT Semen Baturaja di Jalan Abikusno Cokrosuyoso, Kertapati Palembang, Rabu (24/3)  berakhir dengan kekecewaan  sehingga membuat wakil rakyat ini naik pitam.

Hal ini disebabkan Ketua rombongan yang di pimpin Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati  (Partai Golkar) didampingi anggota DPRD Sumsel lainnya Syaiful Padli  (PKS), H Chairul S Matdiah SH (Partai Demokrat), Kartak Sas (PKB), Dedi Siprianto (PDIP), Prima Salam ( Partai Gerindra) hanya diterima oleh Vice President Corporate Secretaris, Doddy Irawan, Vice President Logistik, Ade Chitra  Kusuma, Vice President Procurement, Taufik dan Vice President SPSPMO, Suherman Yahya bukan diterima jajaran Direksi PT Semen Baturaja.

Selain itu jajaran Vice President tersebut tidak bisa memberikan jawaban terkait kebijakan PT Semen Baturaja seperti jumlah CSR PT Semen Baturaja kepada masyarakat, sehingga pertemuan tersebut akhirnya bubar tanpa diakhiri dengan penyerahan cindramata baik dari DPRD Sumsel kepada PT Semen Baturaja.

Malahan  sebelum bubar anggota DPRD Sumsel H Kartak Sas sempat melakukan walk  out terlebih dahulu lantaran kecewa dengan jawaban pihak PT Semen Baturaja tersebut.

Baca:  Kejakgung Geledah Kantor SKPD

“Mereka enggak ngerti, lebih baik aku keluar daripada gek marah-marah,,” kata Kartak Sas langsung keluar ruang pertemuan.

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati saat memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan pihak PT Semen Baturaja, Rabu (24/3).

Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan kunjungan mereka ke kantor PT Semen Baturaja untuk mengkomformasi demo sopir PT Semen Baturaja beberapa waktu lalu.

Selain itu juga mempertanyakan perkembangan PT Semen Baturaja, CSR, kontribusi untuk masyarakat sekitar dan segala sesuatu yang bisa di bahas dalam reses kali ini .

“ Namun kami di terima oleh beberapa Vice President  yang kita tanya soal kebijakan tentu tidak bisa menjawab, kami terus terang sangat kecewa, kita pernah ke PT Semen Baturaja dan diterima langsung oleh Direkturnya , ada Direktur Keuangan, Ada Direktur Utama malah, sehingga kita bisa bersinergi , kita kesini untuk membantu bagaimana representasi masyarakat kepada perusahaan agar semua permasalahan  bisa kita jawaban,” kata Anita dengan nada tinggi.

Pihaknya sempat mempertanyakan apa tindaklanjut tentang buruh, mereka tidak bisa jawab karena bukan dikewenangannya.

“ Artinya apa? Tidak ada respon yang baik memang PT Semen Baturaja ini dengan kami, saya Ketua DPRD didapil ini , itu tidak ada respon yang baik , apalagi terhadap masyarakat, saya lihat  untuk membantu beberapa rumah warga yang roboh hanya dianggarkan Rp27 juta perusahaan sebesar ini, walaupun katanya  rugi tapi serugi-ruginya tahun 2019  ada keuntungan Rp 30 Miliar,” katanya.

Baca:  KPD Bersama Sejumlah Lembaga Bakal Telusuri Kembali Jejak-Jejak Kerajaan Sriwijaya

Menurut politisi Partai Golkar ini, CSR itu secara undang-undang wajib bukan charity, bukan minta-minta tetapi kewajiban.

“ Inilah yang sangat kami sesalkan respon PT Semen Baturaja kepada kita, kita ingin sharing kok, kami anggota DPRD Dapil 1 Kota Palembang datang kesini ingin sharing tetapi penerimaannya seperti ini,” katanya.

Untuk itu Komisi V DPRD Sumsel akan menindaklanjuti hal tersebut terkait buruh PT Semen Baturaja .

“Karena beberapa kali kita didemo itu , yang di demo DPRD mereka menyampaikan aspirasi, nah , maksud kami bagaimana menjembatani, ayo kita selesaikan daripada demo, saya sebagai Ketua DPRD  , memang saya selalu mengajak tidak  usah demo, ayo mari duduk bersama, apa yang bisa kita selesaikan , kita jembatani, inilah dalam rangka menjembatani tetapi kalau dalam menjembatani pihak yang berkepentingan tidak siap, bagaimana mau jembatan itu bisa , khan begitu , artinya tidak ada respon yang baik,” katanya.

Baca:  Raperda Pajak Daerah Bertentangan UU

Sementara pemberitahuan reses ke PT Semen baturaja sudah beberapa hari yang lalu  dan bukan pihaknya sidak  tiba-tiba ke PT Semen Baturaja.

Hal senada dikemukakan Mgs Syaiful Padli meminta pihak PT Semen Baturaja jangan melihat mereka berenam saja tapi ada representasi ribuan orang dibelakang mereka.

“ Tapi tidak ada keterangan dari ketidak hadiran Direktur , apalagi sebelumnya kita diterima  oleh jajaran Direktur Utama PT Semen Baturaja,” katanya.

Vice President Corporate Secretaris, Doddy Irawan meminta maaf kepada Anggota DPRD Sumsel dapil I kota Palembang karena ketidakhadiran Direksi Semen Baturaja karena saat ini masih dalam proses  pengurusan RUPS PT Semen Baturaja di Jakarta.

“ Jadi apa namanya kita sekali lagi  mohon maaf dan mungkin untuk  jika diadakan pertemuan berikutnya  kita akan sampaikan  untuk hadir , untuk sekali ini kita sampaikan permohonan maafdari bapak Direksi  kepada ibu dan  bapak-bapak sekalian,” katanya.#osk