Pimpinan DPR Apresiasi Lomba Karya Jurnalistik Wartawan Parlemen

3

Jakarta, BP–Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Periode 2020-2022 meletakkan sejarah baru dalam kerja-kerja jurnalistik di lingkungan DPR tahun 2021. Karya Jurnalistik dengan
Tema ‘Peran DPR di Tengah Pandemi Covid-19’, diikuti puluhan wartawan.
Puan Maharani dalam sambutannya mengapresiasi kerja kreatif dari pengurus KWP 2020-2022.
” Saya menyambut baik tema yang diangkat dalam kontestasi itu.
Peran DPR di Tengah Pandemi. Tema ini sangat relevan dan penting diketahui banyak orang, karena begitu banyak yang telah dilakukan DPR untuk mendorong dan mengawasi berbagai langkah indonesia untuk menangani pandemi COVID-19 dan dampaknya,” kata Puan secara virtual, Rabu (24/3)
Dijelaskan Puan, banyak peran DPR di masa pandemi Covid-19 termasuk membuat sejumlah peraturan yang memberi ruang fiskal lebar bagi pemerintah agar leluasa dalam penanganan Covid-19 dan dampaknya.
“Mudah mudahan lewat tulisan yang masuk karya jurnalistik ini peran DPR di masa pandemi makin dikenal masyarakat luas. Saya berharap koordinatoriat DPR terus menjadi mitra DPR menyebarkan informasi tentang kinerja DPR dan semoga kemitraan ini menjadi semakin baik di masa akan datang,” tutur Puan.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang ikut memberikan hadiah mendukung penuh acara kreatif dari insan pers di lingkungan Parlemen.
Dasco mengucapkan selamat kepada pemenang serta mendukung acara Lomba Karya Jurnalistik dilakukan berkesinambungan dari tahun ke tahun.
“Ini bukan lomba main-main, saya apresiasi Koordinatoriat Wartawan Parlemen, sampai ketemu di lomba Karya Jurnalistik berikutnya,” ujar Dasco.
Terpisah, Ketua KWP 2020-2022 Marlen Sitompul menegaskan, jurnalis selalu bekerja dalam senyap, ia berharap lomba tahun ini menjadi pelecut semangat para jurnalis untuk terus memberikan pencerahan publik.
“Kami tak menyangka antusiasme tinggi para pewarta di parlemen terkait lomba karya Jurnalistik yang mengangkat peran DPR di tengah pandemi ini. Virus corona memang membuat aktifitas dan ruang gerak jurnalis terbatas, namun kata-kata lewat pena tak akan pernah mati,” tegas Marlen.#duk

Baca:  DPR Setujui Dana Kelurahan Jika Miliki Payung Hukum