DPRD Sumsel Dapil III Serap Aspirasi Masyarakat

6

Palembang, BP

WABAH corona akibat virus Covid 19 yang masih melanda dunia sejak 1 tahun lalu, tidak menyurutkan langkah para wakil rakyat  di DPRD Sumsel  asal Daerah Pemilihan (Dapil) III untuk menemui konstituennya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) guna menyerap aspirasi untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Reses digelar dari 22 Maret hingga 29 Maret 2021 diikuti Junaidi, SE sebagai koordinator  dengan anggota H Muchendi Mahzareki, SE; H Askweni, SPd; Hj Meli Mustika, SE, MM; Ike Mayasari, SH, MH; H Nawawi, SH; H Sri Sutandi, SE, MBA; Meri, SPd; Ahmad Firdaus Ishak, SE, MSi; H Ali Imron, SE, MSi; dan Ir M Kanoviyandri.

Berbagai pertemuan digelar di dua kabupaten tersebut, diantaranya di Desa Pengarayan, Desa Kota Bumi, dan Desa Ulak Balam di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten.

Selanjutnya, rombongan Dapil III ke Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI untuk menggelar pertemuan di  Desa Tanjung Aur, Desa Lubuk Ketapang, dan Desa Semudim.

Tidak hanya Kabupaten OKI, menyerap aspirasi warga juga dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir yakni di Desa Tebing Gerinting dan Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya Selatan. Kemudian Dapil III menuju Kecamatan Indralaya Utara dan ke Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya Induk.

Saat di Kecamatan Tanjung Lubuk. rombongan Dapil III diterima Camat Tanjung Lubuk, Abdul Hakim. Dalam sambutannya, Abdul Hakim meminta kepada Dapil III untuk dapat membantu penimbunan halaman kantor camat yang hingga kini belum terealisasi.

Baca:  10.700 Orang Guru PNS Sumsel Harus Diteliti

Pada kesempatan ini, Imam Setiawan, Ketua Lembaga Adat di Desa Pengarayan, bertanya apakah aspirasi dapat terealisasi jika disampaikan melalui  kepala desa.

Sementara para kepala dusun (kadus ), mulai dari Kadus I hingga Kadus  VII mengusulkan normalisasi sungai. Sedangkan Kadus VIII, Tamrin, mengusulkan  rehab jembatan cor beton 20 x 6 x 5 meter, lalu minta rehab jalan serta rehab siring sepanjang 500 meter dengan ukuran  05 x 1 meter.

Ahmad Tarmizi, Kadus IX Pangarayan, meminta pembuatan box culvert sebanyak 8 unit, pembuatan siring, dan rehab jalan cor beton. Kemudian Sihabuddin, Kadus X, juga menyampaikan aspirasi yakni pembuatan sumur bor sebanyak 4 unit.

Selain itu, ada juga aspirasi yang disampaikan tertulis dalam bentuk proposal, seperti yang disampaikan Juwaini, Kadus I Pengarayan. Ia mengusulkan pembuatan siring 300 x 0.5 x 1 meter, rehab jalan setapak, serta normalisasi sungai sepanjang 3 km

Koordinator Dapil III Junaidi,  dalam sambutannya  mengatakan, reses merupakan kegiatan untuk menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. “Kami ke sini ingin bertatap muka, melihat langsung, mendengar langsung apa yang menjadi kendala masyarakat, untuk dapat kami perjuangkan sesuai kewenangan kami, tapi harus tetap menaati protokol kesehatan,” ujar Junaidi.

Baca:  Infrastruktur Kabupaten Kota Harus Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Terkait aspirasi Camat Tanjung Lubuk, Junaidi meminta Camat membuat proposal usulan agar dapat diketahui berapa kubik material yang dibutuhkan untuk penimbunan halaman kantor camat.

Terhadap aspirasi Imam, Koordinator Dapil III menjelaskan , setiap aspirasi yang masuk  ke Dapil III pasti akan diperjuangkan. “Harus kita cover, tetapi memang yang masuk harus berdasarkan skala prioritas, yang paling dibutuhkan dan paling menyentuh  masyarakat saat ini yang diutamakan,” jelas dia.

Saat pertemuan di Desa Kota Bumi, Dapil III juga menyerap banyak aspirasi yang disampaikan warga melalui proposal. Seperti disampaikan Kades Kota Bumi  yang minta  bantuan pembangunann MCK, pintu air, jembatan, pengadaan baju seragam saropal anam, dan baju gamis untuk grup rebana.

Sedangkan di Desa Ulak Balam, aspirasi antara lain disampaikan Kades Tanjung Laga, Akmaludin, yang meminta pembuatan WC umum sebanyak 30 unit serta jembatan cor beton di Sungai Bengkuah.

Ada juga aspirasi dari Kades Ulak Balam, Syarnubi, yang meminta dibuatkan 15 unit sumur gali dan 3 unit handtracktor. Kemudian Hasanudin, Kepala SDN No 2 Ulak Balam, mengusulkam pembangunan dan rehab pagar sekolah sepanjang 110 meter serta rehab  rumah dinas guru sebanyak 3 unit.

Baca:  "Negara Harus Hadir Untuk Mencukupi Kebutuhan Masyarakat Yang Bekerja Sektor Informal Dalam Rangka Penanggulangan Virus Covid-19"

Pada setiap pertemuan, Koordinator Dapil III, Junaidi, menjelaskan, DPRD adalah perpanjangan tangan dari pemerintah. “Oleh karena itu kami ingin mendengar semua usulan maupun aspirasi untuk kami perjuangkan. Ada 34 kecamatan di dapil ini yang harus kita perjuangkan aspirasinya,  makanya kita prioritaskan mana daerah  yang perlu kami datangi segera untuk kami dengarkan dan lihat apa yang menjadi kebutuhan warganya,” jelas Junidi.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan warga di setiap pertemuan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia juga meminta usulan dan proposal yang diserahkan ke masing-masing kepala desa, untuk diteruskan ke pihaknya.

Sementara anggota Dapil III, H Muchendi Mahzareki, SE, menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Sumsel banyak sekali menggelontorkan bantuan gubernur dengan anggaran hampir Rp600 miliar yang dilaksanakan di kabupaten/ kota di Sumsel.

“Dengan harapan bangub ini bisa membantu daerah-daerah di Sumsel, artinya walaupun kewenangan itu ada di kabupaten/kota tetapi kepala daerahnya dapat mengusulkan ke Pemprov Sumsel, dan tugas kami bagian daripada itu, akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota sehingga apa yang menjadi usulan akan kami kawal di Pemprov Sumsel, “ kata Muchendi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel tersebut.#osk