Buntut Rusaknya Ruang Rektor dan Keuangan UBD, 10 Orang Saksi Diperiksa

12

BP/IST
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Eddy Rahmat Mulyana

Palembang, BP

Konflik pergantian rektor Universitas Bina Darma (UBD) Palembang  belum lama ini masih berbuntut panjang. 

Lantaran terjadi aksi pengrusakan ruang Rektor dan Keuangan Universitas Bina Darma yang diduga  dilakukan oleh oknum bernama Rz. 

Kejadian ini diduga karena adanya ketidakpuasan dalam pergantian rektor oleh ketua yayasan beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Yayasan UBD Palembang melalui kuasa hukumnya M Novel Suwa, S.H.,M.H., Selasa (23/3).

“Terlapor berjumlah sekitar 10 orang ini membuka paksa ruang rektor dan keuangan. Saat ini pelaporan terhadap Rz CS telah masuk pada tahap penyidikan,” katanya.

Menurutnya, tim penyidik dari Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Palembang saat ini telah memeriksa dan meminta keterangan saksi-saksi dari keamanan kampus. Tidak hanya itu, pihak terlapor sendiri sudah dipanggil namun tidak hadir.

Baca:  Penderita Ispa Terbanyak di Palembang

”Perkara ini sebenarnya sudah cukup lama dilaporkan, hanya saja beberapa kali terlapor dipanggil ke Polrestabes Palembang oleh penyidik tetapi tidak hadir. Sedangkan saksi yang tercatat petugas keamanan kampus hadir dan sudah diambil keterangannya,”  katanya.

Menurutnya pengerusakan ruang rektor dan keuangan sendiri sebenarnya terjadi pada Sabtu (6/3) lalu, sekitar pukul 10.00 di dalam kampus UBD Palembang.

Dimana terlapor yang juga dari pihak sekuriti ini merusak pintu serta gembok menggunakan obeng dan palu. Hanya saja, para pelaku tadi sempat ditahan oleh saksi yang juga pihak sekuriti kampus.

Atas kejadian ini, gembok pintu ruang rektor dan juga keuangan kampus menjadi rusak. “Kita di sini untuk mempertanyakan perkembangan dari kasus yang dilaporkan ini,” katanya.

Baca:  KPU Palembang Hormati Dan Ikuti Proses Hukum

Kuasa hukum terlapor, M Zulkifli Yassin, S.H. membantah bila kliennya ini dituduh telah melakukan pengerusakan pintu atau ruang rektor dan keuangan.

Pada saat itu pintu ruangan rektor dan keuangan ditutup sepihak. Kliennya juga sudah meminta ke pihak yayasan dan rektorat kunci ruangan, namun tidak diberikan. Oleh karena itu, pintu dibuka menggunakan obeng.

“Klien kami ini merupakan keamanan juga di UBD tersebut. Semua tindakan tersebut kita ambil, sebab dari pihak yayasan secara sepihak menutup ruang rektor dan keuangan. Sedangkan kita ini juga telah meminta secara patut kunci dari ruangan tersebut, namun tidak juga diberikan,” katanya.

Baca:  Terdakwa Tewasnya Siswa SMA Taruna Indonesia Dituntut 8 Tahun Penjara

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Eddy Rahmat Mulyana membenarkan ada laporan tersebut di Polrestabes Palembang dan saat ini kasus tersebut ditangani oleh Unit Pidum.

Adapun progressnya sendiri, pihaknya sudah memanggil saksi dan terlapor untuk memberikan keterangan terkait peristiwa dilaporkan tersebut.

“Untuk kasusnya sendiri masih dalam pengembangan petugas. Hanya saja, kita sudah memanggil saksi dari pihak keamanan kampus yang pada saat itu sedang bertugas.Tidak hanya itu, kita juga telah memanggil pihak terlapor ini untuk dimintai keterangan,” katanya.

“Untuk penetapan tersangka sendiri, tunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik. Namun yang pasti, kasusnya masih berjalan,” katanya.#osk