Pelaku Curanmor Ternyata DPO Kasus Penganiayaan

10

Palembang, BP

Salah satu pelaku curanmor yang diamankan oleh anggota Reskrim Polsek Kemuning ternyata merupakan DPO kasus penganiayaan.

Sigit (34), diamankan usai Polsek Kemuning terlebih dahulu mengamankan Arwan (22) saat menggelar razia pada Sabtu (20/3) malam karena terlibat kasus curanmor.

Menurut Kapolsek Kemuning Palembang, AKP Heri ketika menggelar press rilis di halaman Polsek Kemuning Palembang Senin (22/3), Sigit merupakan DPO dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian bahunya.

Baca:  Malak Ditolak, Dua Preman Kampung Bacok Warga

 

“Pelaku Sigit ini terlibat kasus curanmor yang mana berperan menjual motor hasil curian pelaku Arwan.

Setelah ditangkap ternyata pelaku Sigit ini merupakan DPO kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap tetangganya sendiri,” kata Heri, Senin (22/3).

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian bahu dan pundaknya akibat tebasan celurit dari pelaku.

Baca:  Gagal Menjambret , Abdul Babak Belur Dihajar Massa

“Untuk saat ini, korban sudah dalam keadaan membaik dari pembacokan yang diterimanya tersebut,” kata Heri.

Tersangka  Sigit aksi pembacokan yang dilakukan terhadap tetangganya tersebut dikarenakan pelaku cemburu terhadap korban.

Sigit mengatakan bahwa dirinya cemburu karena korban diduga menjadi selingkuhan istri pelaku.

“Aku bacok dia karena permasalahan selingkuh dengan istri aku, tapi ternyata itu tidak benar pak. Jadi aku salah sasaran membacoknya itu,” katanya.

Baca:  Perampas Kalung Emas Diterjang Timah Panas

Walaupun demikian, pelaku Sigit mengaku sudah bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Waktu itu aku sudah tanggung jawab dengan membayar uang untuk melepas tali jahitannya. Tapi ternyata aku ditangkap,” katanya.

Atas kejadian pembacokan tersebut, pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan dengan hukuman penjara diatas lima tahun penjara.#osk