Syarief Hasan: Santri Perlu Sosialisasi Empat Pilar

8

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan, mengatakan pondok pesantren (Ponpes) adalah tempat candradimuka pemimpin bangsa berkualitas di negeri ini. Pesantren memberi warna bagaimana mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas.
“Karena itu saya menggarisbawahi anggapan dan pandangan pondok pesantren sebagai cikal bakal intoleransi dan radikalisme adalah anggapan dan pandangan keliru,” kata Sjarifuddin Hasan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR di Pondok Pesantren Yaa Bunayyah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (19/3). Sosialisasi secara lesehan ini dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Yaa Bunayyah K.H. Asnawi Muhammadiyah dan staf ahli wakil ketua MPR Jafar Hafsah.
Syarief Hasan, sapaan Sjarifuddin Hasan, mengakui lebih senang mengunjungi pondok pesantren. “Karena itulah saya mempunyai program mengunjungi pondok pesantren pesantren. Saya memberikan prioritas untuk kunjungan ke pondok pesantren,” ujarnya.
Dikatakan, sejak awal pondok pesantren tempat candradimuka pemimpin bangsa berkualitas di negeri ini. Karena itu kalau ada berpandangan pesantren basisnya intoleransi dan radikalisme salah dan keliru.
Justru sebaliknya, kalau ingin melihat orang yang memiliki integritas dan loyalitas kepada bangsa dan negara serta agamanya datanglah ke pondok pesantren,”jelasnya.
Ditambahkan pesantren memberi warna bagaimana mencetak sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas.
Selama beberapa kali mengunjungi pondok pesantren, Syarief Hasan mendapat bukti bahwa para santri memiliki pemahaman tentang Empat Pilar MPR. “Dalam setiap sosialisasi saya memberikan pertanyaan tentang Empat Pilar dan soal ketatanegaraan, para santri bisa menjawab dengan benar. Itu menunjukkan bahwa para santri adalah Pancasilais. Mereka loyal kepada UUD NRI Tahun 1945, setia pada Pancasila dan NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi luar biasa,” paparnya.
Untuk menangkal dan mencegah paham radikalisme di pondok pesantren, Syarief Hasan menyatakan pentingnya pendidikan. “Perlu pendidikan, termasuk sosialisasi Empat Pilar MPR ini ditanamkan pada para santri sebagai tindakan pencegahan untuk menangkal paham radikalisme yang mencoba masuk ke pesantren. Karena itu di pesantren tidak hanya diajarkan pendidikan agama tetapi pendidikan umum seperti kewarganegaraan yang berbasis pada kecintaan terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Dia menambahkan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR di pesantren untuk melihat sejauhmana pemahaman para santri tentang Empat Pilar MPR. “Dan, ternyata mereka paham semua. Ini terbukti dari beberapa pertanyaan kepada para santri bisa dijawab semua,” katanya.#duk

Baca:  Bamsoet: MPR RI Tidak Pernah Bahas Masa Jabatan Presiden Tiga Periode