Penyuluh Agama OI Antusias Belajar MOJO

8

Palembang, BP

Sebanyak 30 orang Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama kabupaten Ogan Ilir, kamis malam (18/3) tampak antusias belajar Mobile Journalism atau MOJO.

Konsep MOJO dikenalkan oleh Muzhar Apandi. S.IP, M.Si salah seorang pemateri dalam kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS “Pengarusutamaan Moderasi Agama dan Wawasan Kebangsaan kabupaten Ogan Ilir tahun 2021 di Opi Indah Hotel.

Ketua Komunitas MOJO yang diakrab disapa Aan Muzhar ini, mengenalkan konsep MOJO saat memberikan materi pelatihan tentang Smart User Konten Dakwah Melalui Media Sosial.

Baca:  33 Orang Ikuti Pelatihan Jurnalistik MOJO Palembang Session 2

“ Melalui Konsep MOJO, penyuluh agama dapat membuat konten (dakwah) dengan hanya bermodalkan handphone, sehingga lebih efisien dan efektif karena dapat langsung dishare di medsos” ujar Aan Muzhar yang juga merupakan Kamerawan Berita di TVRI Sumsel ini.

Salah seorang peserta Ust. Novian Aldi dari Desa Tanjung Sejaro mengaku sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Apalagi disertai dengan praktek langsung membuat konten video sehingga peserta menjadi tidak bosan.

Baca:  Kenalkan Konsep MOJO di Pelatihan Video Jurnalistik BHPM Unsri

Kepala Kantor Kemenag OI H.M. Kholil Azmi, S.Ag didampingi Ketua Panitia H. M. Aftor Romeiyanto, S.IP mengatakan dengan adanya kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam khususnya pada materi Smart User Dakwah Konten Media sosial ini di harapkan agar para Penyuluh Agama Islam PNS maupun Non-PNS untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam mengakses dan membuat konten dakwah media sosial.

Sekaligus para penyuluh tersebut dapat meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan penyuluhan serta dalam men sharing (menyebarkan) informasi, baik melalui media sosial ataupun media lainnya dengan selalu memperhatikan norma atau etika dalam penyebaran informasi tersebut.

Baca:  Animo Masyarakat Ikuti Pelatihan Jurnalistik Komunitas MOJO Palembang Tinggi

“Media sosial juga dapat digunakan sebagai salah satu media penyampaian laporan para penyuluh dalam artian para penyuluh membuktikan bahwa mereka memang benar aktif memberikan penyuluhan di lokasi binaan mereka, sehingga seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Ogan Ilir secara langsung dapat memonitor kinerja para Penyuluh yang aktif atau tidak,” tutupnya .#osk