Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Aprindo Siap Bersinergi Dengan Pemerintah

9

Jakarta, BP

Ketersediaan pasokan bahan pokok sangat krusial menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri harga kebutuhan bahan pokok biasanya naik tinggi tanpa terkendali karena besarnya permintaan masyarakat serta kurangnya pasokan.

Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) melalui ketua umumnya Ray Mandey menyatakan bahwa kondisi saat ini harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dan stok juga terjaga.

Baca:  Lurah 20 Ilir D3 Bagikan Sembako Kepada Warga

“Kami dari APRINDO saat ini semakin mengintensifkan kerjasama dengan pemerintah melalui kementerian tetkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Namun demikian, tentunya kami selaku peritel modern akan bersinergi dari hulu sampai hilir dengan seluruh stake holder terkait bahan pokok untuk mewujudkan ini semua,” ungkap Ray Mandey kepada wartawan, Kamis, (18/3).

Baca:  122.516 Paket Sembako Hari Ini Disalurkan di 16 Kecamatan

Sebelumnya, Kepala Bulog Budi Waseso menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak membutuhkan impor beras karena stok sisa impor tahun 2018 masih sisa sekitar 900 ribu ton. Sementara, pada bulan April dan Mei, Indonesia akan memasuki panen raya.

“Sehingga, rencana pemerintah mengimpor beras 1 juta ton untuk stok cadangan nasional sangat tidak relevan,” tegas Budi Waseso.

Sementara itu, Dirut PT. Food Station Pamrihadi Wiraryo menyatakan bahwa saat ini stok bahan pokok di DKI menjelang Ramadhan tahun ini aman, karena suplai and demand saat ini sangat terjaga.

Baca:  Harga Sembako di OKUT Masih Stabil

“Kemungkinan untuk fluktuasi harga pada komoditas cabe, daging dan bawang merah tetapi ini akan kita antisipasi lebih awal sehingga tidak menimbulkan gejolak pasar, dan untuk kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa dan ldul Fitri tahun ini dapat tercukupi,” tegas Pamrihadi.#osk