Wakil Ketua MPR Ajak Dai Bagian Solusi Permasalahan Bangsa

6

Bogor,BP–Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, para pendakwah atau dai Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran besar memajukan bangsa karena sebagai pendakwah yang dihormati sangat dekat dengan rakyat, kalangan pejabat, elit di kota maupun rakyat di pelosok desa.
Keunggulan tersebut harus disadari para dai, sehingga melalui materi dakwah bisa memberikan jalan keluar yang menggugah seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan serta keluar dari berbagai masalah bangsa. “Intinya, saya harap para dai menjadi bagian dari solusi dan jangan malah menambah keruwetan,”ujar Jazilul yang akrab disapa Gus Jazil ini, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Lembaga Dakwah PBNU, di Wisma Tugu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3). Gus Jazil mengajak peserta untuk menelaah sebagai pembelajaran bagus, pidato pembukaan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ketika Muktamar NU Ke-17 di Madiun Tahun 1947 seputar  ‘menghidupkan kembali perilaku orang-orang mulia’.
Dia mempertanyakan soal agama. Masih adakah ruh keagamaan di masjid-masjid dan ponpes? Dan maksiat terbuka dilakukan dimana-mana.
Gus Jazil pun mengkritisi Ukhuwah Islamiyah yang hanya disebutkan di mimbar-mimbar, kemudian soal politik umat Islam yang seperti mati suri dan agama dijadikan kendaraan politik. Yang lebih dahsyat lagi, umat Islam sedang berkompetisi dengan ajaran yang menjauhkan dari ruh tauhid. “Contohnya PKI yang menempatkan kemuliaan dari sisi materi,” jelas Gus Jazil. Pesan-pesan itu dikatakan tahun 1947, dan ternyata masih relevan di era modern saat ini.
Beberapa masalah bangsa lain di masa kekinian yang perlu mendapat perhatian para dai, lanjut Gus Jazil, adalah pandemi Covid-19 yang menimbulkan dampak negatif kepada rakyat termasuk para dai. “Umat perlu bimbingan menghadapi dan bertahan dari kungkungan pandemi sesuai syariat agama,” tambahnya.
Selain itu, era modernisasi teknologi sekarang menjadi tantangan tersendiri para dai. Mereka ditantang meningkatkan kualitas diri mengikuti perkembangan zaman. Salah satu dalam bentuk memahami dan menggunakan media sosial yang sangat digandrungi masyarakat seperti What’s App (WA), Facebook, Twitter, Youtube sebagai wadah melakukan dakwah.
“Saya tekankan itu harus digunakan para dai. Media sosial saat ini sangat berpengaruh sekali karena hadir langsung ke tangan pengguna secara pribadi. Saya sendiri, sering di WA pribadi muncul berbagai informasi seputar agama yang sangat bagus-bagus tapi, ada yang tidak jelas referensinya. Itu sangat berbahaya jika informasi itu salah lantas diyakini masyarakat awam. Para dai NU bisa hadir disini dengan referensi-referensi ilmu yang terpercaya,” paparnya.
Di sesi akhir, Gus Jazil mengajak pendakwah bangkit bersama rakyat dan menjadi teladan menghadapi berbagai persoalan di Indonesia. “Jadilah teladan yang baik buat umat dan seluruh rakyat Indonesia, karena keteladanan lebih kuat menyampaikan pesan daripada kata-kata. Seraya tidak lupa memohon pertolongan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa agar Indonesia selamat dan sejahtera di masa depan,” tandasnya.#duk

Baca:  Wakil Ketua MPR: Anak Muda Tetap Optimis di Masa Pandemi