Ultimate magazine theme for WordPress.

RUU PKS Harus Segera Disahkan

Jakarta, BP–Wakil Ketua Baleg DPR Willy Aditya mengatakan, angka kekerasan terhadap perempuan meningkat membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) sangat mendesak untuk disahkan.
“Kenapa RUU ini mendesak. Karena berdasarkan laporan Komnas HAM, angka kekerasan terhadap perempuan naik secara signifikan,”ujar Willy di ruangan wartawan DPR Jakarta, Selasa (16/3).
Menurut Willy, satu dari tiga perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan seksual sehingga hal tersebut merupakan situasi mencemaskan.
Bahkan, kondisi itu berdasarkan catatan pemerhati disebutkan sudah masuk dalam situasi darurat kekerasan seksual dan angkanya dari tahun ke tahun terus naik secara fantastis.
“Apa kendala yang berikut selain fakta ini terjadi seperti fenomena gunung es, kita masih belum memiliki peraturan perundang-undangan yang bisa menjangkau tindak kekerasan seksual ini. Karena waktu kita sangat terbatas sekali dalam proses menjangkau ini,” Katanya.
Dikatakan RUU P-KS harus diletakkan dalam beberapa poin yang tepat agar tidak menjadi polemik dan perdebatan di masyarakat, pertama dalam pendekatan korban dan menggunakan prinsip keadilan restoratif sebagai bentuk pemulihan hak-hak korban.Perlu menggunakan perspektif penegakan hukum berdasarkan perspektif aparat penegak hukum itu penting dan edukasi, bagi kita dalam kultur yang masih feodalistik, dianggap masih tabu, masih saru. “Ini yang perlu kita diskusikan,”jrlasnya.
Dia menyarankan pembahasan RUU tersebut harus hati-hati, teliti dan mendengarkan aspirasi publik yang berkembang.
Langkah lanjut Willy agar tidak terjadi benturan antara perspektif barat-timur, tradisi libertarian dengan ketimuran.#duk

Baca:  Fraksi PKS DPR Kembali Potong Gaji Bantu Korban Banjir di NTT dan NTB
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...