Ultimate magazine theme for WordPress.

Komisi IV  Palembang Sidak Diamond Supermarket

Palembang, BP

 Larangan penggunaan jilbab oleh manajemen perusahaan Diamond Supermarket, Sosial Market (Soma) yang berada di Jalan Veteran, berbuntut panjang.
Komisi IV DPRD Palembang turun ke lokasi bersama Disnaker Palembang, Selasa (16/3), untuk memastikan kebenaran informasi dari masyarakat terkait larangan penggunaan jilbab saat jam kerja.
“Atas laporan masyarakat. Kami koordinasi dengan Disnaker Palembang, setelah kami turun ke lokasi. Ternyata benar, larangan penggunaan jilbab bagi karyawan saat jam kerja oleh manajemen Diamond Supermarket,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Sutami Ismail, Rabu (17/3).
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PKB Palembang ini mendesak, agar manajemen perusahaan segera mencabut aturan tersebut.
“Setelah koordinasi dengan perwakilan manajemen. Kami mendesak agar manajemen segera mungkin mencabut aturan itu,” katanya.
Menurutnya, semua perusahaan yang berdiri di Metropolis tidak boleh melarang atau memaksakan karyawan menggunakan atribut agama apapun, termasuk agama Islam dengan penggunaan jilbab.
“Kita minta secepatnya mereka (manajemen Diamond) mencabut aturan itu. Kita meminta Disnaker Palembang melakukan pengawasan ini,” pungkasnya.
Hadir dalam sidak itu, Sekretaris Komisi IV, Patra Wibowo, anggota, Adzanu Getar Nusantara, Yulfa Cindosari, Peby Anggi Pratama, Muliadi, Siti Suhaepah, anggota Komisi I, Idrus Rofik, Kepala Disnaker Palembang dan lainnya.
Palembang
Setelah viral di berbagai media lokal dan media sosial, akhirnya manajemen Diamond Supermarket, memperbolehkan karyawannya untuk menggunakan jilbab saat jam kerja.
Sedangkan Kepala Disnaker (Kadisnaker) Palembang, M Yanuarpan Yany,  Rabu (17/3) mengatakan, kalau permasalahan tersebut sudah selesai.
“Hari ini sekitar, pukul 09.00. Telah datang ke kantor Disnaker Palembang, store manager dan HRD Diamond Supermarket, mereka menyampaikan bahwa hari ini juga mereka akan sosialisasikan memperbolehkan karyawan perempuan untuk gunakan jilbab saat jam kerja,” kata Yanuarpan.
Dijelaskan mantan kepala Diskominfo Palembang ini, berdasarkan pengakuan dari perwakilan manajemen Diamond Supermarket tersebut, semua kebijakan ada di pusat. Untuk Diamond Palembang hanya menjalankan kebijakan saja.
“Larangan penggunaan jilbab itu tidak ada dalam tertulis, tapi fakta lapangannya kita tau, ternyata ada larangan itu. Yang pasti mereka sudah menyampaikan kepada kami bahwa akan memperbolehkan karyawan menggunakan jilbab, 2-3 hari ke depan,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak dapat melakukan pengawasan, terhitung Jumat atau Sabtu nanti. Apakah yang disampaikan manajemen Diamond Supermarket tersebut benar atau tidaknya.
“Nanti akan kita awasi, apakah yang disampaikan store manager dan HRD itu benar atau tidak. Kita awasi sama-sama,” pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya, sempat heboh berita larangan penggunaan jilbab bagi karyawan perempuan saat jam kerja oleh manajemen Diamond Supermarket yang berlokasi di Sosial Market (Soma) Jalan Veteran.
Hingga akhirnya Komisi IV DPRD Palembang beserta Disnaker Palembang, Selasa (16/3), turun ke lapangan untuk memastikan informasi masyarakat terkait hal itu.
Namun larangan itu dibantah oleh, Kabag HRD Diamond Supermarket Palembang, Saminto, menurutnya manajemen tidak pernah melarang penggunaan jilbab bagi karyawan.
“Pihak manajemen Diamond tidak melarang pemakaian jilbab,” kata Saminto, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (17/3) sekitar pukul 16.30 .#osk
Baca:  Vaksin Pendidik di Sumsel Baru Capai 26 Hingga 29 Persen, Komisi V DPRD Sumsel Pertanyakan Kesiapan Pembukaan PTM
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...