Anggaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU Dipertanyakan, Kepala Dinas Angkat Bicara

7

Baturaja, BP – Anggaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU kembali jadi sorotan masyarakat. Terkait hal itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU Joni Amran angkat bicara perihal surat yang dikirimkan oleh tim Suaralsm, pada (2/3/2021) perihal permohonan klarifikasi penggunaan anggaran pada kegiatan tahun 2020 di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU yang diduga terjadi pemborosan dan kebocoran anggaran.

kepada wartawan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU Joni Amran mengutarakan jika penggunaan anggaran pada kegiatan Jasa kebersihan kantor dengan pagu anggaran Rp129.600.000 dan Rapat koordinasi dan konsultasi luar daerah Rp270.175.600 juga pada kegiatan Pelayanan mobil perpustakaan keliling Rp44.850.000 pada tahun anggaran 2020. Sudah terealisasi dengan baik.

“Kami menjawab dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU tertanggal (15/3/2021) menyampaikan pada poin 1 Jasa Kebersihan Kantor tersebut dipangkas 50% dan digunakan untuk membayar honor jasa administrasi teknis sebanyak 21 orang selain itu, anggaran tersebut tidak digunakan untuk pembelian peralatan kebersihan,” kata Joni Amran Selasa (16/3/2021).

Sedangkan untuk poin 2, lanjut Joni Amran bahwa dana kegiatan tersebut digunakan untuk memenuhi undangan dan surat perjalanan ditanda tangani oleh bupati, dari dana tersebut terdapat pemangkasan sebesar 50%. “Selain itu, untuk kegiatan Pelayanan Mobil Perpustakaan Keliling digunakan untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang terdapat di wilayah OKU,” pungkasnya.

Sementara itu Heri Ansori pimpinan Suaralsm mengatakan berdasarkan hal tersebut, yang kami temukan diduga terjadi pemborosan dan kebocoran serta ketidakefisiensian anggaran. “Pasalnya jumlah pegawai teknis sebayak 21 orang dirasa terlalu banyak. Selain itu pada tahun 2020 perjalanan dinas keluar daerah sangat dibatasi. Sedangkan, untuk pelayanan mobil perpustakaan keliling pada tahun 2020 sekolah-sekolah di wilayah OKU tidak melaksanakan proses pembelajaran tatap muka,” kata Heri.

Heri menambahkan atas hal tersebut, perlu adanya tindak lanjut dari pihak yang berwajib dan berkompeten untuk mengusut dan menelusuri dugaan pemborosan dan kebocoran anggaran tersebut. #yan