“Maafkan Kami…Sang Guru….:

23

BP/IST
Bagindo Togar BB

Oleh :Bagindo Togar Bb/ Murid Almarhum/ Pemerhati Politik/ Forum Demokrasi Sriwijaya

Menjelang sore , Sabtu 13 Maret 2021, warga daerah ini dikejutkan oleh kabar dukacita, atas berpulangnya kepada sang Khaliq Drs.H.Joko Siswanto MSi, Akademis Universitas Sriwijaya (Unsri), mantan Rektor Universitas Taman Siswa (Unitas), pengamat politik senior juga kondang diwilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Saya sebagai mantan Mahasiswa Beliau di FISIP Unsri & Pasca Sarjana Unitas tersentak dan terbayang akan pendidikan yang diberikan baik itu didalam maupun diluar kampus. Sungguh

luar biasa untuk semua yang alm  curahkan untuk masyarakat pendidikan, pemerintahan dan umum didaerah.

Menurut hitungan pribadi saya, ratusan ribu jiwa yang pernah menerima asupan ilmu pengetahuan dari beliau sejak 35 tahun mengabdi disini, baik itu diKampus Unsri, PTS maupun beragam pelatihan pendidikan yang lain. Sungguh besar jasa dan pengabdiannya.

Baca:  Mantan Panglima TNI, Yang Juga Mantan Kasad, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso Tutup Usia

 

BP/IST
Prosesi pelepasan secara sederhana, jenasah Drs Joko Siswanto Msi dari RSMH Palembang, Sabtu (13/3).

Tetapi, malam tadi mengikuti prosesi pelepasan jenazah almarhum melalui applikasi zoom dari pelataran RSMH. Palembang. Maaf, terkesan sangat sederhana, bahkan armada ambulans yang akan membawa beliau juga “Sangat Sederhana” dimana pengemudi mobil dan seorang petugas RS yang menghantar ketempat kelahirannya di Yogjakarta.

Perjalanan yang sungguh jauh serta lama, walau telah melalui jalan tol, perkiraan saya, waktunya sekitar 13 – 17 Jam tiba di rumah duka di Yogjakarta. Tanpa kendaraan pendamping yang diamanahkan mewakili pihak Unsri, Pemda atau masyarakat Provinsi ini.

Miris juga sangat memilukan,  mengapa realitas ini sampai terjadi? apa sebenarnya yang ada dibenak, akal sehat dan sanubari kita publik wilayah ini? Sekali lagi, maaf pantaskah pemandangan menyedihkan itu terlihat jelas dihadapan kita, hanya “sebatas itukah” appresiasi kita terhadap seorang guru yang telah memberikan semua kemampuan profesionalnya atas pengembangan dunia pendidikan di Sumatera Selatan ini.

Baca:  Peringatan 17 Agustus Di Palembang , Mahasiswa FH Unsri Kunjungi Tugu Perang Lima Hari Lima Malam

Terkhusus dibidang ilmu sosial politik,pemerintahan juga kemasyarakatan? Ingat ada sekitar ratusan ribu jiwa disini pernah “mencicipi ramuan” keilmuan darinya, yang sukses tersebar diberagam lembaga maupun kewirausahaan.

Terbayang bila esok pagi jasad alm bapak Joko Siswanto tiba di Yogjakarta, diterima oleh keluarga plus handai taulannya dengan “kereta jenazah sederhana” tanpa pihak yang mewakli institusi/pemerintah daerah tempat Almarhum mengabdi selama ini. Bukankah respon, perasaan ataupun sambutan keluarga almarhum sangat wajar untuk kita pahami?

Baca:  Presiden Percepat Swab Test Untuk Seluruh Perangkat Istana

Bagaimana pula bila itu terjadi bagi warga daerah ini, yang total mengabdi didaerah perantaunya, dan ketika wafat pernah memberi pesan bila ingin dimakamkan dikampung halamannya, tetapi ” dilepas dan diantarkan dengan perlakuan yang sederhana” tersebut.

Akhirnya…, berulang kuucapkan maafkan Kami Pak Joko.., kami tidak tahu apa yang pantas kami lakukan bagimu, walaupun kami adalah orang orang terdidik..”. Selamat Jalan Sang Guru…Bahagialah di sisi pemilik kehidupan. Juga keluarga besar beserta kerabat alm  di Yogjakarta diberi ketabahan. Salam hormat juga maaf kami dari Bumi Sriwijaya. Amin…..