Wakil Ketua MPR Jazilul: NKRI Harga Mati

2

Jakarta, BP–Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Jakpus mengikuti Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika (Empat Pilar MPR) di Jakarta, Jumat (12/3).
Menurut Jazilul
sosialisasi merupakan tugas MPR yang mesti dilakukan sesuai dengan amanat UU MD3. Empat Pilar MPR sebagai rukun bernegara. “Bila salah satu rukun itu diingkari maka negara ini bisa bubar”, ujar Jazilul.
Untuk itu kata dia, warga negara wajib menjalankan rukun bernegara agar bangsa tetap kokoh dan kuat sepanjang masa.
Dia menambahkan, Pancasila merupakan ijtihad dari para ulama yang membuat Pancasila tidak bertentangan dengan agama Islam. “Tidak ada nilai-nilai Pancasila yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, “tuturnya
Jazil menegaskan, peran ulama dan santri dalam perjuangan bangsa Indonesia sangat vital dan penting. “Negara ini lahir dari perjuangan para ulama,”katanya.
Sebelum ada TNI, disebutkan dulu ada laskar-laskar, seperti Laskar Sabilillah, yang diaktifi para santri, ulama, dan ummat Islam. “Inilah berkah dari perjuangan ulama, santri, dan ummat Islam,”katanya.
Sebagai negara kesepakatan yang didirikan ulama kata Jazilul, kita perlu menjaga bangsa Indonesia. “Kesepakatan ini sudah final, NKRI harga mati,”tegasnya.
Peran besar yang dilakukan atau diperankan ulama dan santri inilah membuat Jazilul Fawaid mendorong santri tidak keder atau minder mengisi pembangunan. “Kan sudah ada presiden dan wakil presiden yang latar belakangnya ulama dan santri. Peran ulama dan santri dalam ikut proses pembangunan sangat penting dan diharapkan. Merekalah yang akan mendorong nilai-nlai dan semangat keagamaan dalam pembangunan. Diibaratkan, pembangunan tanpa nilai agama seperti Fir’aun yang membangun piramid besar.#duk

Baca:  Pimpinan MPR Dipilih Dengan Sistem Paket