Ultimate magazine theme for WordPress.

Wakil Ketua MPR: NU DKI Hanya Indah Dilihat

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid SQ melakukan silaturahim ke sejumlah kiai dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah DKI Jakarta terkait sebagai calon ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.
Saat bertemu dengan jajaran PAC Jakarta Barat, Selasa (9/1)
Jazilul menyatakan komit memperkuat dan menata PWNU DKI. Dia mengibaratkan kondisi PWNU DKI Jakarta seperti bunga teratai indah dipandang dari permukaan, namun akar tidak kuat.
“NU DKI ini tampak indah, seperti bunga teratai, indah dari atas, tapi akar nggak kuat, nggak gigit. Kalau ada apa-apa mudah bergeser. Nah ini tanggungjawab kita bersama, bukan berarti menyalahkan, tapi memang cara dakwah di DKI ini beda,” katanya.
Dikatakan,, NU DKI Jakarta harus bangkit di usianya yang sudah hampir seabad. “NU dua tahun lagi akan genap seabad, saya ingin berbakti, mengabdi di NU DKI. Saya gunakan kesempatan ini untuk merajut historical kita, sejarah kita yang besar di DKI,” urainya.
Menurut dia NU merupakan tempat untuk pengabdian. Sejumlah nama yang disebut bakal maju sebagai kandidat ketua PWNU DKI menunjukkan NU DKI sedang mengalami kegairahan.
“Biar saja. Dibuka saja pintu untuk bisa komunikasi. Saya nggak tahu nanti formatnya seperti apa, tapi NU ini kan tempatnya ulama, jadi menurut saya semua keputusan pasti dengan format ulama, bukan dengan format politisi,”tegasnya.
Ditambahkan, NU di DKI besar, namun gaungnya kurang terdengar. Oleh sebab itu, dia sengaja silaturahim ke sejumlah PAC, MWC, bahkan Ranting untuk menemui para ulama dan tokoh NU untuk meminta saran bagaimana merajut kebersamaan membesarkan NU DKI
“Konteks kebersamaan ini lebih penting daripada sekadar posisi ketua. Misalnya saya jadi ketua NU DKI, tapi NU di DKI nggak maju atau tidak bermanfaat karena NU hanya seperti bunga teratai,” katanya.
Diakui, bukan perkara mudah membenahi NU DKI, namun dia optimis jika mampu mengkonsolidasikan semua kekuatan dan potensi maka NU DKI kedepan akan jauh lebih baik
Ketua PAC NU Jakarta Barat Agus Salim mengatakan, selama ini NU DKi lebih sering dipimpin para birokrat mulai mantan gubernur Fauzi Bowo, mantan Menpera Djan Faridz, dan Sekda almarhum Saefullah. Di bawah kendali para birokrat, menurut Agus Salim, salah satu kelemahannya tersumbatnya komunikasi.
“Solusi di NU Jakarta kuncinya komunikasi. Jadi memang semua punya plus minus. Jadi sekarang (calon ketua) yang dibutuhkan komitmen dengan NU, apapun latar belakang dia,” katanya.
Selain bertemu jajaran PAC NU Jakarta Barat, Jazil juga silaturahim ke sesepuh NU, KH Syarifudin Abdul Ghoni di Kembangan Utara, Jakarta Barat. Kunjungan tersebut untuk mempererat silaturahim, juga meminta didoakan terkait langkahnya maju sebagai calon ketua PWNU DKI.
Gus Jazil mengaku sangat kagum terhadap Kiai Syarifudin Abdul Ghoni yang sanat keilmuannya tercatat hingga Rasulullah SAW. Bahkan, kitab karangannya yang berisi mengenai berbagai hadis dan penjelasannya, dicetak di Arab Saudi.
Selepas dari kediaman Kiai Syarifudin, pada Selasa malam, Gus Jazil juga bersilaturahim ke Ranting NU Kwitang, Kecamatan Senen. Selain bersilaturahim, juga untuk menjaring aspirasi dari bawah bagaimana membangun NU DKI ke depan.
#duk

Baca:  Pengurus IMI Pusat Bertemu Presiden Joko Widodo
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...