Usulan Nama Ratu Sinuhun Untuk Nama PTAIN Baru di Sumsel

9

BP/IST
Muhamad Setiawan, S.H.

Palembang, BP

Perguruan Tinggi Islam Negeri /PTIN berada di bawah tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag). Ada tiga jenis perguruan tinggi yang termasuk ke dalam kategori ini, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Saat ini PTAIN berjumlah 58 yang terdiri dari 17 UIN, 34 IAIN, dan 7 STAIN.

Dari sekian banyak PTAIN tersebut di Provinsi Sumatera Selatan hanya terdapat satu PTAIN yang pada dahulunya bernama IAIN dan kini telah bertransformasi menjadi UIN yang di beri nama tokoh Ulama dan Raja Islam pertama di Indonesia (Kerajaan Demak) yaitu Raden Fatah yang lahir dan di bersarkan di bumi Palembang Darussalam Sumatera Selatan. UIN Raden Fatah Palembang sejak bertransformasi dari IAIN menjadi UIN konsen kepada distingsinya yaitu Peradaban Islam Melayu di Nusantara satu-satunya di dunia.

Melihat jumlah peminat bangku kuliah di PTAIN dari tahun ke tahun di Sumatera Selatan semangkin meningkat, UIN Raden Fatah Palembang di Sumatera Selatan sudah sangat banyak diminati oleh para peneliti mulai dari jenjang strata I, strata II, hingga strata III, baik mahasiswa dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Dari sekian banyak peminat yang mendaftar di UIN Raden Fatah Palembang hanya sekian persen dengan jumlah yang kecil yang tersaring masuk ke perguruan tinggi satu-satunya di Sumsel ini, selebihnya jumlah besar pendaftar yang tidak lulus tersebut tidak dapat menimba ilmu di PTAIN di Sumatera Selatan yang memiliki kekhasan Peradaban Islam Melayu di Nusantara ini.

Akhir-akhir ini tokoh-tokoh agama dan para Ulama di Sumatera Selatan memperbincangkan mengenai solusi dari problem tersebut, yang mengerucut kepada sebuah solusi yakni sangat lebih baik lagi jikalau di Provinsi Sumatera Selatan didirikan lagi oleh Kemenag sebuah PTAIN baik itu berupa STAIN atau IAIN, atau jikalau memungkinkan juga berupa UIN dengan distingsinya yang juga khas dan unik nantinya.

Melihat situasi dan kondisi tersebut juga ditanggapi oleh tokoh pemuda Sumatera Selatan, yaitu Muhamad Setiawan, S.H. alumni Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinayah) di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang yang baru lulus sebagai wisudawan terbaik tingkat Prodi dan Fakultasnya beberapa waktu lalu tepatnya pada wisuda Ke-75 UIN Raden Fatah Palembang. Muhamad Setiawan atau lebih akrab di sapa dengan panggilan Cek Wan sangat mendukung dan mengapresiasi usulan para tokoh tersebut.

“Jikalau semua pihak baik di tingkat regional maupun di tingkat nasional, bahkan juga mungkin pihak Internasional, semuanya bersinergi untuk mewujudkan hal tersebut, maka Insya Allah, STAIN atau IAIN atau UIN di Sumatera Selatan yang secara geneologi sebagai adik UIN Raden Fatah Palembang dapat terwujud”. Demikian pungkas Cek Wan yang saat ini diamanahi menjadi Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan di DPP Cakrawala Perjuangan Indonesia (CPI) di kediamannya (Jumat, 12/3).

” Kalau kita mengamati di semua Provinsi di Indonesia, hampir di setiap Provinsi memiliki dua PTAIN baik STAIN atau IAIN atau UIN, kita lihat Provinsi di Sumatera Bagian Selatan ini saja, contohnya di Lampung ada UIN Raden Intan dan IAIN Metro, di Bengkulu ada IAIN Bengkulu dan IAIN Curup, di Jambi ada UIN Sultan Thaha Saifuddin dan IAIN Kerinci, dan provinsi provinsi lainnya juga memiliki PTAIN lebih dari satu di setiap provinsinya.” Ujar Cek Wan yang juga seorang warga NU Nahdliyyin yang saat ini menjadi Katib Syuriyah Pengurus Ranting NU (PR-NU) Kelurahan Bukit Sangkal, Kalidoni Palembang.

“Dari hasil tinjauan saya tersebut, sangat baik dan sangat bagus jikalau Menteri Agama dan Dirjen Pendis serta Direktur PTKI Kemenag menindaklanjuti langkah ini”. Kata Cek Wan yang saat ini menjadi mahasiswa strata dua di Prodi Magister Ilmu Syariah Konsentrasi Hukum Tata Negara (Siyasah) di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Saya sangat senang dan sangat berterima kasih sebagai putra asli sumsel kepada keluarga besar Kementerian Agama RI jikalau di Provinsi Sumatera Selatan didirikan lagi PTAIN baik STAIN IAIN atau UIN sebagai wadah pendidikan akademik ilmu Islam bagi generasi muda saat ini dan mendatang.” kata ketum DPP KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan) yang sangat giat dalam event-event sejarah budaya di Sumatera Selatan ini.

Di akhir penyampaiannya terkait PTAIN baru di Sumsel tersebut, cek wan menambahkan “kalau boleh usul dengan Kemenag RI, jikalau PTAIN tersebut secara resmi di setujui di didirikan, maka PTAIN tersebut menurut saya wajib di beri nama tokoh besar ternama di Sumsel.

Jangan hanya menyematkan nama daerah tempat berdirinya PTAIN tersebut, saya usulkan PTAIN tersebut diberi nama “Ratu Sinuhun”, kenapa Ratu Sinuhun, karena Ratu Sinuhun selain seirang Ratu Istri Raja, beliau adalah tokoh wanita yang menjadi pengarang Kitab Undang-Undang Simbur Cahaya yang diberlakukan selama berabad abad lamanya di Sumatera Selatan mulai masa Kerajaan Palembang, berlanjut di masa Kesultanan Palembang Darussalam, lalu di masa Kolonial Belanda hingga masa kemerdekaan baik selama masa orde lama hingga masa awal-awal orde baru.

Itu menandakan buah karya goresan pena Ratu Sinuhun berupa peraturan hukum adat dan hukum positif di masanya yang bernama Undang-Undang Simbur Cahaya merupakan karya monumental sang maha Ratu yang Alim, Sholehah, Feminisme, dan Bijak serta Adil yang berlaku dalam rentang waktu yang sangat lama, maka sangatlah pantas dan cocok jikalau PTAIN baru di sumsel tersebut dinamai dengan nama STAIN Ratu Sinuhun, atau IAIN Ratu Sinuhun, atau UIN Ratu Sinuhun.

“Itu hanya usulan dan saran dari saya sebagai seorang pemuda penggiat dan pemerhati sejarah, karena nama besar Ratu Sinuhun belum di abadikan menjadi nama sesuatu tempat yang agung di Provinsi ini.” kata santri awal Ponpes DNA ini.

Nama besar SMB II sudah diabadikan menjadi nama airport, nama dr. A.K. Gani sudah menjadi nama hospital, nama Raden Fatah sudah menjadi nama Islamic State University, nama SMB I sudah menjadi nama Masjid Agung, kini saatnya nama besar Ratu Sinuhun menjadi nama PTAIN baru yang ada di Sumsel ini. Kata pemuda yang memiliki gelar Kemas ini.

Semoga usulan ini di restui oleh yang mulia Menteri Agama RI Bapak Gus KH. Yagut Kholil Qoumas. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.#osk