Ultimate magazine theme for WordPress.

Pelabuhan Penyebrangan TAA Memperihatinkan, Ridho : “Mengelola Pelabuhan Skup Kecil Seperti Ini Saja Begini”

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) MF Ridho saat melihat kondisi tangga yang lantainya banyak pecah-pecah saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin,  Rabu (3/3).

Palembang, BP

Kondisi Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA) Banyuasin menuai sorotan sekaligus keprihatinan dari Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin,  Rabu (3/3).

Rombongan Komisi IV DPRD Sumsel dipimpin langsung Ketuanya, Muhammad F Ridho,ST,MT mendapati sejumlah fasilitas umum di pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan TAA dengan Tanjung Kalian, Muntok itu mengalami kerusakan dan kondisinya sangat memprihatinkan.

“Seperti lantai tangga yang banyak pecah, sanitasi WC yang mampet hingga kondisi ruang pertemuan yang pengap dan minim pencahayaan. Harusnya ini mendapatkan perhatian dari pengelola pelabuhan dalam hal ini pihak Dishub Sumsel,” kata Ridho usai memimpin rapat dengan jajaran pengelola Pelabuhan Penyeberangan TAA.

Menurut Ridho, harusnya demi kenyamanan para calon penumpang dan keluarga yang menjemput, proses penanganan penumpang (passanger handling) seharusnya diperhatikan. Pasalnya, pelabuhan ini tidak hanya dipergunakan oleh warga Sumsel yang hendak menyeberang ke Bangka Belitung tapi juga oleh warga daerah lain.

Baca:  Pemkot Palembang Akan Bangun Dermaga 7 Ulu Senilai Rp25 Miliar

“Mengelola pelabuhan dengan skup kecil seperti ini saja begini, bagaimana nanti ketika diserahi tugas untuk mengelola pelabuhan laut dalam. Yang notabene pelabuhan internasional,” katanya.

Di bagian lain, Ridho mengapresiasi konsep tenant-tenant di lantai dua gedung pelabuhan TAA, hanya saja perlu ditata agar tidak terlihat kumuh.

“Terpenting, bagaimana agar keberadaan pelabuhan ini bisa menciptakan multi player effect. Sehingga bisa menggerakkan perkulakan ekonomi masyarakat disini,” sebut Ridho yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Sumsel ini.

Wakil Ketua Komisi IV, Hasbi Asadiki,S.Sos,MM mengeluhkan kondisi akses jalan menuju pelabuhan TAA yang dinilai belum mendukung. Karena menurut Hasbi, sebagus apapun pelabuhan tersebut dibangun namun jik tak didukung infrastruktur yang memadai akan percuma.

Baca:  Pemkot Palembang Akan Bangun Dermaga 7 Ulu Senilai Rp25 Miliar

Terkait kondisi fasum yang rusak Hasbi meminta Pemprov Sumsel agar memperhatikan hal ini, termasuk jika pelabuhan TAA ini mendapatkan PAD yang over target agar diberikan insentif tambahan kepada petugas di lapangan.

Ikhwal PAD Pelabuhan TAA yang over target lalu itu tak ditampik Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan TAA dan Kertalaya, Drs Iwan Gunawan Syahputra,M.Si.

“Di tahun 2020 yang lalu Pelabuhan Penyeberangan TAA menyumbang PAD sebesar Rp2,3 milyar dan tahun ini ditarget sebesar Rp2,7 milyar. Diantaranya berasal dari retribusi pas masuk, penggunaan ruangan, parkir dan pemanfaatan fasilitas umum,” kata Iwan yang baru beberapa waktu menjabat Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan TAA menggantikan Arizani yang pensiun.

Baca:  Pemkot Palembang Akan Bangun Dermaga 7 Ulu Senilai Rp25 Miliar

Namun, disisi lain diakuinya PAD yang over target ini belum sebanding dengan anggaran yang digelontorkan yang hanya sebesar Rp400 juta per tahun.

Sebetulnya, Komisi IV DPRD Sumsel menjadwalkan untuk melakukan peninjauan secara langsung ke bakal lokasi pelabuhan laut dalam Tanjung Carat.

Hanya saja, sesampainya disana kondisi cuaca dan gelombang laut yang tinggi membuat kunjungan tersebut terpaksa harus ditunda.

Merekapun hanya mendapatkan paparan singkat dari Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dishub Sumsel, Iman yang menyebut inisiasi untuk Tanjung Carat menjadi pelabuhan laut dalam telah berlangsung cukup lama.

“Untuk tahap awal digelontorkan dana sebesar Rp300 milyar dari APBN. Direncanakan akan mulai pengerjaan ground breaking pada November tahun ini,” kata Iman.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...