Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Pembangunan Underpass Simpang Charitas Masuk Fase Perencanaan

BP/DUDY OSKANDAR
MF Ridho

Palembang, BP

Tahapan perencanaan pembangunan Undepass Simpang Charitas Palembang masih terus bergulir menyusul proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang saat ini memasuki tahap finalisasi.

Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) MF Ridho kalau saat ini tanah di Simpang Charitas sedang di teliti.

“ Itu untuk memasukkan fase perencanaan  nanti, itu lagi melakukan penelitian tanah (Sondir), jenis konstruksinya yang bagaimana, itu baru perencanaan, sedang mengambil contoh tanah berapa meter nanti,” katanya ditemui usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (1/3).

Underpass Simpang Charitas menurut politisi Partai Demokrat ini akan bangun dari  Cinde hingga  menyebrang ke Hotel Anugrah.

“ Khan ada lajur kanan dan lajur kiri, ada arah utara dan selatan  tiang itu dimedian jalan yang digali nanti kiri dan kanannya , “ katanya.

Baca:  Komisi IV DPRD Sumsel Sebut Fasilitas JSC Kurang Terawat

Sedangkan untuk pembebasan lahan Underpass Simpang Charitas menurutnya belum dilakukan  dan pastinya banyak bangunan yang kena nantinya.

“ Cuma untuk bangunan yang kena proyek underpass ini masih tahap perencanaan, setelah proses perencanaan selesai baru ketahunan  batas pangkal 0 dimana  , titik ujungnya dimana , lebarnya kena sebelah timur kena batas mana, sebelah barat kena batas mana,” katanya.

Dia berharap tahun 2022, Underpass Simpang Charis bisa dibangun konstruksinya .

“ Itupun tinggal masalah pembebasannya,” katanya.

Sebelumnya Kasatker PJN 3 BBPJN Sumsel, Dadi Muradi, mengungkapkan, penyusunan DED telah dimulai sejak bulan Juni tahun 2020 dan saat ini telah masuk tahap akhir. Aktifitas pekerjaan dikawasan Simpang Charitas yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari soil investigation yang berfungsi untuk mengetahui kondisi struktur tanah.

“Sekarang DED nya sudah tahap finalisasi, yang melaksanakan dari pusat. Ini salah satu program strategis pusat jadi mereka yang ambil alih,” ujar Dadi, Kamis (18/2).

Baca:  Komisi IV DPRD Sumsel Sebut Fasilitas JSC Kurang Terawat

Dadi mengatakan, untuk dimulainya pembangunan underpass masih harus melewati serangkaian tahapan yang panjang. Setelah DED rampung, maka perlu dilengkapi juga dokumen AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan), ANDALALIN (Analisis Dampak Lalu Lintas) dan pembebasan lahan.

“Yang pasti ada lahan yang harus dibebaskan seperti di deretan ruko menuju Pasar Cinde, RS Charitas dan tempat usaha yang berada disana. Untuk luas lahan yang diperlukan belum diketahui karena ini masih dalam perencanaan,” kata Dadi.

Baca:  Komisi IV DPRD Sumsel Sebut Fasilitas JSC Kurang Terawat

Mengingat proses yang masih panjang, Dadi memastikan pembangunan Underpass Simpang Charitas belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Dirinya pun enggan memberikan estimasi kapan pembangunan fisik akan dimulai karena kaitannya dengan ketersediaan anggaran Pemerintah.

“Belum tahu kapan (dibangun-red), nanti kami ajukan dulu. Itu tergantung dari keuangan APBN dan kesiapan lahannya. Pembangunan fisiknya kami belum bisa pastikan, untuk tahun 2022 paling tidak kami berharap untuk lahan sudah dibebaskan. Sama seperti Flyover Simpang sekip, bila lahannya belum siap kami belum bisa bangun,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...