Kemiskinan Tinggi Di Muratara,  Bupati Janji  Akan Tangani infastruktur Jalan dan Ekonomi Kerakyatan

21

BP/DUDY OSKANDAR
Bupati Muratara, Devi Suhartoni

Palembang, BP

Enam pasangan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Sumsel hasil Pilkada 2020 lalu, akan dilantik hari ini oleh Gubernur Sumsel Herman Deru di Griya Agung Palembang, Jumat (26/2).

Mereka adalah Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Azis- Johan Anuar, OKU Timur Lanosim Hamzah- Yudha, OKU Selatan Popo Ali- Shoelihen Abuasir, Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar- Ardani, Musi Rawas (Mura) Ratna Machmud- Suwarti, dan Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni- Innayatullah.

Bupati Muratara Devi Suhartoni sendiri mengaku, setelah resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Muratara, ia dan Innayatullah akan langsung bekerja untuk membangun Muratara lebih baik dan kesejahteraan rakyat bisa meningkat, mengingat ia sudah tahu apa yang diinginkan rakyat selama ini.

“Kalau mengenai program kerja 100 hari tidak ada, kita langsung gawe (kerja), karena aku sebelumnya wakil bupati jadi tahu apa mau digawekan,” kata Devi disela- sela menjelang pelantikannya, Jumat (26/2).

Baca:  Petumbuhan Ekonomi Mura Melambat

Suami dari Rita yang merupakan anggota DPRD Sumsel dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, jika pada awal bulan Maret 2021, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Sekda, SKPD, Camat dan Kades yang ada di Kabupaten Muratara.

“Kemudian, ramah tamah dengan DPRD dan Muspida, itu yang akan aku lakukan dulu, kemudian dengan perusahaan yang ada di Muratara. Kenapa ini dilakukan karena ini stakeholder yang tertinggi,untuk menjalankan pemerintahan di Muratara,” katanya.

Ditambahkan Devi, sesuai perintah negara selaku kepala daerah setelah resmi menjabat, ia diminta recoposisi dan refocusing anggaran yang ada, khususunya ia akan fokus dalam 3 hal. Yaitu penanganan Covid-19, infastruktur jalan dan kegiatan ekonomi kerakyatan.

“Jelas, kita tidak bisa langsung tanpa ada recoposisi dan recofusing anggaran, karena menjalankan pemerintahan ini harus perencanaan yang benar dan anggaran yang ada itu sesuai aturan, klaua kita main langsung- langsung nanti negative fiscal daerah. Jadi kita fokus penanganan Covid-19 dengan recofusing pada program- program mana yang paling penting untuk rakyat itu dulu. Priorias lainnya jalan (infastruktur) dan perekonomian kerakyatan, jadi fokus penangan Covid-19 dan infasturktur jalan, kemudian ekonomi rakyat dan ini sesuai dengan janji- janji kampanye kita lalu,” katanya.

Baca:  Pangdam II Sriwijaya Tutup TMMD Ke 104 di Kabupaten Muratara

Soal masalah kemiskinan yang ada di Muratara yang masih tinggi, ia menilai penanganan salah satunya dengan infastruktur jalan yang baik dan kegiatan ekonomi kerakyatan, yang bisa mendongkrak perekonomian rakyat.

“Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah, untuk mendorong penanganan covid-19 dan ekonomi kerakyatan. Artinya, kebutuhan lokal harus ditangani kami selaku kepala daerah,” katanya.

Dilanjutkan Devi, ia pun mengajak semua pesaingan yang ada saat Pilkada lalu, untuk menghilangkan nuansa persaingan, dan mengajak semuanya untuk menatap Muratara lebih baik dengan pembangunan kedepan.

Baca:  Babinsa Koramil 406-07/Jayaloka Bantu Warga Terdampak Banjir Di Mura

“Secara filosofi, dikampanye saja saya bilang (Muratara) rumah besar kita, artinya semua kita ajak untuk membangun Muratara dengan baik dan benar. Sama Akisropi kita sudah ketemu namun Syarif belum, tapi nanti kita akan ada pertemuan, bagaimapun beliau orang tua dan memiliki pengetahuan terkait Muratara, jadi kita rangkul semua sebab filosoffi konsepnya rumah besar Muratara,” katanya.

Selain itu, Devi pun nantinya menyatakan setiap kebijakan yang diambil bersama Innayatullah, akan tetap sesuai aturan yang ada.

“Termasuk soal utang yang ada di Pemkab Muratara, itukan artinya hutang Pemda dan harus diselesaikan dengan menyelesaikan secara legal standing, dimana legal standing nanti apa? dan saya tidak akan mengambil keputusan tanpa legal standing, karena kita semuanya dibalut dengan hukum dan aturan,” katanya.#osk