Ultimate magazine theme for WordPress.

Paman dan Keponakan Kompak Nodong

BP/IST
Tersangka M Iqbal (20) warga Jalan Kedukan 2 dan keponakannya Apriadi (19) warga Jalan Kedukan 1 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB 2 Palembang kompak melakukan aksi penodongan dengan menggunakan pisau dan pistol mainan.

Palembang, BP

Tersangka M Iqbal (20) warga Jalan Kedukan 2 dan keponakannya Apriadi (19) warga Jalan Kedukan 1 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB 2 Palembang kompak melakukan aksi penodongan dengan menggunakan pisau dan pistol mainan.

 

Kapolsek IB 2 Palembang Kompol M Ihsan didampingi Kanit Reskrim Iptu Hermansyah menuturkan, kedua tersangka ini setidaknya sudah enam kali melakukan aksi penodongan di kawasan tempat tinggal mereka. Selain dua tersangka, ada juga satu orang pelaku yang juga ikut daa komplotan kedua tersangka ini.

 

“Setiap beraksi, mereka ini selalu bertiga. Tetapi, tukar-tukar pasangan. Calon korbannya, orang yang bukan warga di sana. Saat masuk ke lorong mereka, langsung jadi incaran mereka. Ketika beraksi, mereka menggunakan pistol mainan dan senjata tajam jenis pisau,” katanya, Kamis (25/2).

 

Kedua tersangka, lanjut Ihsan ditangkap di dekat rumah mereka ketika sedang mencari calon korbannya. Keduanya, sempat berupaya kabur ketika akan ditangkap, Rabu (24/2) malam.

 

Bahkan, Apri sempat membuang pistol mainan yang digunakan untuk melakukan penodongan terhadap para korbannya.

 

“Kedua tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama. Bahkan si Apri ini baru dua bulan bebas dari penjara dan kembali mengulangi tindakan yang sama,” katanya.

 

 

Tersangka Apri  yang baru bebas dua bulan dari penjara ini mengaku  beraksi dengan merampas barang-barang berharga milik korban, mulai dari ponsel hingga jam tangan bahkan uang. Korban diancam menggunakan pisau dan pistol mainan agar mau menyerahkan barang berharganya.

 

Usai mendapatkan barang berharga korban, biasanya barang korban mereka jual. Uang dari hasil menjual barang menodong, mereka gunakan untuk membeli paket kuota, beli rokok, dan jajan.

 

Mereka mengungkap, hanya berani beraksi sekitar tempat tinggal mereka. Melihat orang luar atau yang tidak dikenal masuk, mereka langsung beraksi.

 

“Aku bagian menodong korban pakai pistol korek api. Mamang (Paman, RED) menodong dan merampas barang korban,” kata remaja yang hanya lulusan SD ini.

 

Sedangkan tersangka Iqbal mengaku memang setiap beraksi ia bersama keponakannya Apri dan juga Edo Nago. Penodongan yang dilakukan terhadap korban, selalu mereka rencanakan.

“Malas kerja, lebih mudah dapat uang dari menodong,” kata tersangka yang sudah dua kali masuk penjara ini.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...