Ultimate magazine theme for WordPress.

Sifat Adat Tunggu Tubang Dalam Penanggulangan Covid 19

BP/IST
Albar S Subari SH SU

Palembang, BP

Covid 19 sudah hampir melanda dunia dan Indonesia khususnya.

Sampai sekarang tingkat yang terpapar dan tingkat kesembuhan menunjukkan statistik naik turun.

Hal ini cukup menghawatir makhluk hidup terutama manusia yang menghambat kegiatan gerak berdampak salah satunya tingkat kemiskinan melanda negara.

Salah satu program pemerintah Indonesia mengatasi covid 19 ini baik pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama melaksanakan program vaksinasi tersebut yang ditandai penyuntikan pertama  Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan di Sumatera Selatan (Sumsel) didahului oleh Gubernur  Sumsel H Herman Deru serta diikuti pejabat dan tim keehatan lainnya.

Baca:  Marga Tahap Awal

Timbul pertanyaan dimana kita sebagai tokoh adat ikut mensukseskan program tersebut, tentu ini harus dilakukan dilingkungan kecil kita terutama bagi jurai tuwa, apit jurai, ninik mamak, kai pati dan lain lain sebutan, harus memberikan informasi yang tepat tentang manfaat dari vaksinasi tersebut agar anak kemenakan kita tidak segan atau takut untuk mengikuti program vaksinasi Covid 19 , untuk melawan berita berita kebohongan terutama dimedia media sosial yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda.

Demikian himbawan dari Ketua Pembina Adat Sumsel Albar S Subari SH SU sebagai catatan kecil dari makalah saat menjadi pembicara di temu tokoh adat dan ormas budaya yang digagas oleh Kesbangpol Sumsel,  Kamis (18/2)  bertempat di Hotel Swarnadwipa yang dibuka acaranya oleh wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya.

“Kalau kita kembali kan kepada falsafat orang semende fungsi dari jurai tuwe adalah sebagai lambang dari tunggu tubang. Salah satu lambang tunggu tubang adalah jala. Jala berfungsi sebagai penyatu keluarga masyarakat adat semende. Dimana dapat kita lihat jala alat penangkap ikan ditebat. Saat ditarik dari pusatnya semua sudut  akan merapat menjadi satu kesatuan,” kata Albar, Rabu (24/2).

Baca:  IGO dan IGOB (Kajian Historis)

Demikianlah berupa gambaran seorang jurai tuwe menurutnya akan mendapatkan kedudukan sebagai pusat informasi yang dalam hal ini adalah perannya sebagai menyampaikan pesan pemerintah untuk mensuseskan program vaksinasi Covid 19.

“Sehingga anak kemenakan akan mendapatkan informasi yang benar. Karena info tentang covid ini dibuat masyarakat bingung mana yang mau didengar. Kadang kadang dijadikan komoditi politik dan bisnis. Yang dimanfaatkan oleh orang orang mengail di air keruh” katanya.

Baca:  Kolonialisme dan Asas Divide Et Impera

Pantun melayu berbunyi

“Pinang muda dibelah dua, manik manik mati dirambah, dari muda sampai tua, pengajaran baik jangan diubah”.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...