Kemiskinan Tinggi DAU Sumsel Bisa Turun

18

 

BP/DUDY OSKANDAR
Mgs Syaiful Padli

Palembang, BP

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) soroti angka kemiskinan yang masih tinggi di sumsel yang dapat mengakibatkan turunnya bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat.

Hal itu diungkapkan oleh wakil ketua Komisi V yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Mgs H Syaifilul Padli ST MM, saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (24/2).

Baca:  Kapolda Sumsel Minta Pelaku Tindak Pidana Ditindak Selama Bulan Ramadhan Dan Idul Fitri

“Dengan tingginya angka kemiskinan, maka akan berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kalau IPM nya rendah maka DAU ini akan turun artinya DAU dari pusat akan turun ke Pemeritah Provinsi Sumsel,” kata syaiful putra asli Palembang ini.

Syaiful menjelaskan, untuk tahun 2021 ini dana DAU Pemrov Sumsel berkurang karena Pandemi Covid 19. “Untuk tahun 2022 jangan sampai ada asumsi dana DAU ini bekurang karena tingkat kemiskinan di Sumsel ini yang semakin meningkat,” katanya.

Baca:  Angkutan Batubara Masih Gunakan Jalan Umum

Untuk turunnya IPM, lanjutnya, ada tiga indikator yang dapat menurunkan IPM. “Pertama umur panjang dan hidup sehat, dua pengetahuan dan terkahir yakni standar hidup layak, ini yang menjadi tolak ukur IPM,” ujarnya.

Kemudian, Syaiful berharap agar Pemprov Sumsel kedepannya lebih serius dalam menangani angka kemiskinan yang ada di Sumsel. “Pemprov sumsel harus serius, seluruh OPD harus duduk bersama membuat program yang terintegritas dengan menunjuk dinas yang terkait sebagai leading sektor, hingga target pemperintah dalam menurunkan angka kemiskinan tercapai,” katanya.#osk