Home / Headline / Persidangan Wakil Bupati OKU Terpilih, Johan Anuar Masih Berlangsung, Amrah : Dilantik Dulu

Persidangan Wakil Bupati OKU Terpilih, Johan Anuar Masih Berlangsung, Amrah : Dilantik Dulu

BP/IST
Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Periode 2015-2020 Johan Anuar tiba di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Kelas 1 A pagi ini, Selasa (15/12/2020).

Palembang, BP

Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) terpilih periode 2020-2025, Johan Anuar  yang terjerat kasus korupsi pengadaan lahan tanah pemakaman di Kabupaten OKU pada tahun 2013 silam masih akan tetap dilantik  meski kerugian negara oleh terdakwa menyentuh angka Rp 5,7 miliar, namun proses pelantikan Wabup OKU terpilih tetap akan berjalan.

Ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin mengatakan, kasus yang menjerat Wakil Bupati terpilih Kabupaten OKU periode 2020-2025 tersebut tidak akan mempengaruhi proses pelantikan.

“Untuk Johan Anuar saya kira sudah benar perlakuannya  , karena masih dalam proses sidang, maka dilantik dulu,” katanya, Selasa (23/2).

Apalagi menurutnya putusan terhadap persidangan Johan Anuar belum ada dna belum inkrach.

Juru bicara PN Palembang Abu Hanifah mengatakan, selama proses hukum masih berjalan, hak asasi tidak bersalah masih ada. Sehingga apabila ada pelantikan untuk terdakwa masih bisa diizinkan. Lebih lanjut ia menerangkan bahwa jika ada surat dari Kemendagri untuk meminta izin terdakwa Johan Anuar mengikuti pelantikan dirinya sebagai wakil bupati maka pihaknya akan mengizinkan.

“Ya saat ini belum ada surat dari kemendagri,  kalau ada ya kita persilahkan terdakwa untuk ikut hadir,  tentunya dengan pengawalan, ”  katanya.

Dikatakan Abu Hanifah meski dilantik namun status dan proses persidangan akan terus berjalan sebagaimana mestinya.

“Ya terus jalan,  nanti statusnya setelah dilantik maka dinonaktifkan,  setelah inkrah baru diberhentikan, bila divonis bersalah “ katanya.

Untuk diketahui, Johan Anuar ditetapkan sebagai terdakwa lantaran diduga terlibat dalam kasus korupsi  pengadaan lahan tanah  pemakaman di Kabupaten OKU pada tahun 2013 silam dengan total kerugian negara sebesar Rp 5,7 miliar.

Dalam dakwaan diterangkan bahwa terdakwa terancam  dijerat  Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang tindak pidana korupsi.

Hingga saat ini persidangan terhadap terdakwa Johan Anuar masih terus berlangsung di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.#osk