Bupati Muratara Jadi Saksi Kasus Korupsi Lelang Jabatan Muratara

19

BP/IST
Bupati Muratara periode 2016-2021, Syarif Hidayat menjadi saksi pada persidangan tindak pidana tipikor korupsi lelang jabatan di Kabupaten Musirawas Utara ( Muratara) yang menjerat dua terdakwa pegawai Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) yakni Hermanto SH dan Riopaldi Okta Yuda. Senin (22/2).

Palembang, BP

Bupati Muratara periode 2016-2021, Syarif Hidayat menjadi saksi pada persidangan tindak pidana tipikor korupsi lelang jabatan di Kabupaten Musirawas Utara ( Muratara) yang menjerat dua terdakwa pegawai Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) yakni Hermanto SH dan Riopaldi Okta Yuda, Senin (22/2).

Dihadapan majelis hakim Tipikor yang diketuai oleh Abu Hanifah, Syarif Hidayat dikonfrontir oleh majelis hakim, berbagai macam pertanyaan terkait menerbitkan SK tim kegiatan seleksi uji kompetensi pejabat dilingkungan Muratara.

“Saya juga melihat bahwa surat itu telah ditandatangani oleh tim seleksi yang mulia,” kata Syarif Hidayat.

Baca:  IHH Petakan 13 Titik Lokasi Pariwisata Yang Menarik di Palembang

Namun pernyataan mantan Bupati tersebut berbanding terbalik dengan keterangan saksi-saksi sebelumnya yang dipertegas oleh hakim ketua yang mengatakan bahwa hasil dari seleksi tidak pernah diserahkan ataupun diberikan kepada pihak Pemkab.

 

Sedangkan ketua tim penguji Dr. Febrian kala itu pihak pemkab tidak pernah memberikan hasil dari ujian kompetensi yang diadakan, jadi apa yang saksi lihat dan ketahui itu” ujar Abu Hanifah yang kemudian dijawab oleh Syarif dengan jawaban lupa.

Baca:  Wakil Pimpinan Dewan Ada Urusan Partai, Urusan Keluarga

Berdasarkan keterangan dihadapan majelis hakim saksi Syarif juga mengakui bahwa anggaran pelaksaan seleksi lelang jabatan tahun 2016 yang akan dibayarkan ditahun 2017 itu sudah menyalahi aturan.

Arief Budiman SH MH, selaku kuasa hukum terdakwa Riopaldi Okta Yuda, mengatakan dalam sidang kali ini kehadiran mantan Bupati Muratara Syarif Hidayat untuk dikonfrontir terkait namanya sering disebut dalam sidang sebelumnya.

“Syarif Hidayat dihadirkan sebagai saksi tambahan untuk dikonfrontir keterangannya terkait namanya sering disebut oleh saksi sebelumnya,” katanya.

Baca:  Pangdam II Sriwijaya Ajak Mahasiswa Universitas Polsri Disiplin Dalam Capai Cita-Cita

Arief menambahkan, dalam keterangannya Syarif Hidayat tidak ada hubungannya dengan klien Riopaldi Okta Yuda, hanya saja majelis hakim ingin mempertegas dan mengungkal fakta persidangan.

“Tidak ada kaitannya keterangan Syarif Hidayat dengan terdakwa Riopaldi Okta Yuda karena memang saksi tidak mengenalnya, akan tetapi Syarif Hidayat dihadirkan sebagai saksi tambahan untuk dikonfrontir keterangannya terkait kebijakan dan proses lelang jabatan tersebut,” kata Arief saat scorsing sidang.#osk