Ultimate magazine theme for WordPress.

Jadikan Pandemic Sebagai Peluang dan Tantangan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan di Sumatera Selatan?

Oleh:

Dr. Najib Asmani (Pengamat Sumberdaya Alam dan Lingkungan)

 

Dalam beberapa hari ini mencuat berita di media bahwa Sumatera Selatan masuk Peringkat Provinsi ke-10 Provinsi Termiskin di Indonesia pada Tahun 2020 (BPS, 2021).

Angka Kemiskinan Sumatera Selatan sebesar 12,98 persen dibandingkan dengan Tahun 2019 sebesar 12,56 persen, meningkat sebesar 0,42 persen.

Tahun 2018, dimana pada tahun ini banyak investasi di Sumatera Selatan karena event Asian Games, angka kemiskinan di Sumatera Selatan sebesar 12,82 persen yang mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dibandingkan dengan Tahun 2017.

Kemiskinan jangan hanya dilihat angkanya tetapi juga perlu dicermati Indeks Kedalamannya dan Indeks Keparahannya.

Indeks Kedalaman Kemiskinan di Sumatera Selatan pada Tahun 2020 mencapai angka 2,261 naik sebesar 0,118 dibandingkan dengan Tahun 2019 dengan indeks 2,143. Indeks Keparahan Kemiskinan juga naik dari 0,522 pada Tahun 2019 menjadi 0,627 pada Tahun 2020 dengan kenaikan sebesar 0,105.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan sejak Tahun 2015 terus melaju meningkat sampai puncaknya pada Tahun 2018.  Pertumbuhan ekonomi Tahun 2015 sebesar 4,42 persen meningkat menjadi 5,03 persen pada Tahun 2017 dan mencapai 5,51 persen di Tahun 2017.

Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan mencapai puncaknya pada Tahun 2018 yakni sebesar 6,04 persen.  Pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2019 mulai dengan laju yang menurun dengan capaian sebesar 5,71 persen, dan di Tahun 2020 mengalami penurunan dengan capaian sebesar 4,31 persen masih di bawah angka pada Tahun 2015.  Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada Tahun 2020 merosot sebesar 1,4 persen dibandingkan dengan Tahun 2019.

Persiapan dan Pelaksanaan Asian Games di Kota Palembang pada Tahun 2018 berdampak positif dengan banyak investasi yang masuk.  Tercatat investasi yang masuk sebesar 33,9 triliun rupiah ditambah dengan dana operasional penyelenggaraan sebesar Rp2,1 triliun serta besarnya belanja pengunjung yang mencapai sekitar 3,7 triliun.  Event yang berskala internasional tersebut berpengaruh sangat signifikan mengakselarasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.

Mencermati kondisi yang ada sekarang dengan kecenderungan jika Angka Kemiskinan terus bertambah dan Pertumbuhan Ekonomi dengan laju yang menurun, maka ke depan akan berdampak terhadap stabilibitas dan keamanan masyarakat, bahkan kemungkinan meningkatkan kriminalitas.

Sebagian masyarakat di era pandemic ini masih bisa bertahan hidup karena masih tersedia tabungan untuk kebutuhan jangka pendek saja.  Diharapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan beserta semua stakeholder untuk sama-sama berinisiatif mencarikan solusinya dengan berbagai terobosan kegiatan dalam upaya meningkatkan sumber nafkah dan belanja masyarakat.

Diharapkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan dapat kembali berjaya seperti di Tahun 2018 dengan banyaknya investasi dari luar, walaupun momen internasional seperti Asian Games tidak akan terulang kembali.

Manfaatkan secara optimal fasilitas dan infra struktur yang ada yang dapat mendukung kepariwisataan dan pengembangan bisnis kecil dan menengah, jika bisnis berskala besar masih terseok-seok.  Pandemic jangan dijadikan alasan pembenaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan sebagai tantangan untuk mencari peluang-peluang yang bernas .(NAS).

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...