Balar Sumsel Akui Tak Pernah Diajak Kajian Oleh Pemkot Palembang Soal Pengembangan Wisata Pulau Kemaro

14

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana

Palembang, BP

Pemerintah Kota Palembang  telah melakukan  komunikasi dan berdiskusi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) terkait potensi Pulau Kemaro untuk dijadikan destinasi air. Pemerintah bertekad akan menjadikan Pulau Kemaro menjadi destinasi andalan di Palembang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno tertarik berencana untuk memasukkan pulau seluas 30 hektar ini ke dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Namun yang menjadi permasalahan pengembangan Pulau Kemaro merujuk kepada sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya bukan merujuk sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.

Menanggapi hal tersebut Kepala  Balar Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana mengaku hingga kini belum pernah di ajak oleh Pemerintah Kota Palembang untuk melakukan kajian atau diskusi terkait pengembangan destinasi wisata di Pulau Kemaro.

Padahal  menurutnya  apapun terkait dengan hal tersebut, Balar Sumsel seharusnya diajak bicara  atau minimal Balar Sumsel diberitahu  sehingga Balar Sumsel bisa memberi saran.

“ Nanti gini , setelah jalan  kita ditinggalkan,  terus orang nyalahkan kita , kita tuh kalau mau urun rembug ya diajak, harusnya di ajak ngobrol tahu-tahu udah jadi kayak gitu , pasti rame lagi,” katanya, Jumat (19/2).

Baca:  Pemkot Palembang Harus Selesaikan Dulu Status Peralihan Hak Pulau Kemaro

Menurut Budi dalam membangun bisa mengkaitkan antara  masa sekarang dengan masa lalu tetapi menurutnya harus berdasarkan fakta, dan kalaupun  di Pulau Kemaro ada data arkeologi dan data sejarah  menurutnya harus di jaga dan jangan sampai di rusak .

“ Saya juga belum tahu konsepnya Bandar Sriwijaya  di Pulau Kemaro itu seperti apa, apa mau dibuat pelabuhan , atau apa , karena di sejarah, enggak ada Bandar Sriwijaya di Pulau Kemaro,” ujarnya.

Budi juga mengakui telah menerima surat dari Dinas Kebudayaan kota Palembang terkait meminta data sejarah Pulau Kemaro.

“Tapi saya masih mempelajari dan belum saya jawab suratnya,” katanya.

Namun Budi menegaskan Balar Sumsel bukan lembaga yang mengkaji masalah sejarah tapi Arkeologi.

“Tapi kalau , dinas kalau mau tahu sejarahnya Pulau Kemaro  harusnya bertanya dengan para sejarawan yang paham,” katanya.

Walaupun demikian dia mengaku Balar Sumsel belum pernah melakukan penelitian arkeologi khusus tentang Pulau Kemaro.

Baca:  60 Agen Travel Diajak Promosikan Bintan Resorts-

“Balar itu dari dulu itu terus terang  baru sekali penelitian di Pulau Kemaro, itupun  tidak penelitian khusus tahun 1996, oleh pak Muji (Alm), itu bukan khusus penelitian disana (Pulau Kemaro) , dan sempat mendata di Pulau Kemaro dan itupun Klenteng , Kelenteng itu khan baru sebetulnya . Jadi kita itu sebetulnya secara khusus belum pernah menemukan data arkelologi  di Pulau Kemaro, karena penelitian mas Muji itu hanya melihat saja, Kelentengnya saja , karena , terkait dengan Pulau Kemaro itu khan Kelenteng , padahal itu baru sebetulnya , kalau data arkeologi memang sementara belum,” katanya.

Namun menurutnya dari literatur dan referensi yang ada memang Pulau Kemaro itu dulu adalah Benteng Kesultanan Palembang Darussalam .

Budi juga mengakui kalau Pulau Kemaro adalah bekas Benteng Pertahanan dari Kesultanan Palembang Darussalam yang bentengnya seperti cerucup-cerucup dari kayu.

“ Makanya dulu sempat terbakar , awalnya Belanda banyak rugi tapi akhirnya bisa menembus juga, itu sama dengan Benteng Kuto Gawang ( kawasan PT Pusri sekarang) dari sketnya seperti itu  ,” katanya.

Sebelumnya Ketua Tim Pengembangan Pulau Kemaro, Ir M. Syafri Nungcik mengatakan, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, terlah menemui Menparekraf RI, Sandiaga Uno, terkait rencana pembangunan Pulau Kemaro dan mendapat respon yang positif.

Baca:  Pemkot Palembang Belum Miliki Sertifikat di Pulau Kemaro, Masih Lakukan Proses Pengukuran

“Menparekraf RI mendukung pengembangan pulau Kemaro menjadi destinasi wisata air dan memberikan saran dan masukan,” kata Syafri Nungcik, Rabu (17/2).

Syafri bilang, saran dari menteri agar ada cerita keterkaitan antara legenda pulau Kemaro dengan kerajaan Sriwijaya dan ini harus diperkenalkan. Menparekraf RI juga berkeinginan untuk berkunjung ke Pulau Kemaro melihat pengembangan secara langsung.

Beberapa konsep juga diberikan oleh Menparkeraf kepada Wali Kota Palembang, salah satunya seperti pengembangan pulau yang ada di Korea. Dikesempatan itu juga Menparkeraf Sandiaga Uno menerangkan tentang rencana Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Kita akan berusaha, bagaiamana cara pengembangan pulau Kemaro masuk dalam KSPN, sehingga ada kucuran dana dalam pengembang pulau Kemaro,” katanya.

Syafri menjelaskan, setelah diwancanakan pengembangan 30 heaktar kawasan pulau Kemaro, beberapa investor mulai melirik untuk berinvestasi di sini.#osk