DPRD Sumsel Dukung Upaya Menghidupkan Marga di Sumsel

18

BP/IST
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Marga adalah suatu kesatuan organis terbentuk berdasar wilayah, dan juga keturunan, yang kemudian dikukuhkan dengan pemerintahan administratif serta ikatan norma-norma yang tidak hanya berupa adat-istiadat tidak tertulis tetapi juga oleh ikatan berupa aturan dalam diktum-diktum yang tertulis secara terperinci pada kitab Undang-Undang Simboer Tjahaya.

Marga secara fungsional memainkan peranan yang sangat penting bagi kehidupan dan sejarah peradaban masyarakat di Sumatera Selatan

Baca:  Wacana Penundaan Pilkada Serendak Desember 2020 Lantaran Covid-19 , DPRD Sumsel Nilai Kurang Bagus

Adanya SK Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) No 142 /III/KPS 1983 dimana marga dalam artian pemerintahan telah di hapus dengan seluruh perangkat oleh Gubernur Sumsel Sainan Sagiman saat itu. Kini DPRD Sumsel tengah berupaya menghidupkan marga di Sumsel melalui raperda marga.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati mendukung upaya-upaya  untuk menghidupkan kembali marga di Sumsel sebagai satu kesatuan masyarakat adat.

Baca:  Proses Belajar Belajar Dimasa Pandemi Covid-19, DPRD Sumsel Nilai Keselamatan Anak-Anak Sekolah Jadi Prioritas

“ Perda tentang marga itu inisiatif dari DPRD juga , bagaimana marga itu untuk Sumatera Selatan  yang masih kental  dengan budayanya ini  bisa tetap dikenal oleh pemerintah daerah,” kata Anita, Kamis (18/2).

Bagaimana bentuk marga nanti, menurut politisi Partai Golkar ini masih menunggu pembahasan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumsel.

Baca:  Komisi II DPRD Palembang Panggil Dirut PD Pasar

“ Bapemperda sedang memperdalam raperda itu jangan sampai nanti sudah kita sahkan  ternyata tidak bisa jita jalankan, kita harapkan kesitu,” katanya.

Apalagi saat ini Bapemperda DPRD Sumsel sedang menginventarisir perda-perda yang memang belum di batalkan oleh  Mendagri agar masyarakat juga paham ketika mencari perda  tinggal klik.#osk