Ultimate magazine theme for WordPress.

4 Lumpang Batu 3 Lubang 3 dan 1 Lubang 2 Dari Zaman Dulu Ditemukan Warga

Palembang, BP

Hari ini, Kamis (18/2) tim lembaga Kebudayaan dan Pariwisata Panoramic of Lahat yang dipimpin langsung oleh ketuanya Mario Andramartik beserta anggotanya Bayu dan Yandi juga turut serta Kabid Kebudayaan Bambang Aprianto, Penggiat Budaya Yeen Gustiance, Koordinator Jupel A. Rivai dan 2 warga desa Bandar Aji kecamatan Jarai Arumin dan Irianto mengunjungi situs megalitik di desa Bandar Aji.

“Awalnya kami mendapatkan laporan ada satu lumpang batu lubang satu dari Apriansyah warga Bandar Aji. Ketika kami ke desa tidak berjumpa dengan Apriansyah, kami bertemu warga lainnya Arumin dan Irianto. Kedua warga ini justru menunjukkan satu lumpang batu tetapi mereka berdua belum pernah melihat langsung hanya mendengar saja bahwa ada lumbang batu di kebun kopi,” kata Mario.

Lalu mereka mengikuti kedua warga tersebut dan mereka melihat satu lumpang batu lubang tiga di tepi ayek Teghas.

“Lalu kami mencoba untuk melihat seluruh kebun Surmada ini. Pertama kami melihat 3 batu formasi yang biasa disebut trilith dan di dekat trilith ada sebuah batu datar yang ditutupi rerumputan. Setelah kami bersihkan ternyata sebuah lumpang batu lubang tiga dengan pembatas pada setiap lubang. Lumbang batu kedua yang kami lihat ini sebelumnya tidak diketahui warga apalagi dilaporkan,” katanya.

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Cek DOB Kikim Area

Sedangkan  Arumin,  bercerita bahwa dia sudah sejak tahun  1984 tinggal di desa Bandar Aji dan baru hari ini melihat langsung lumpang batu ini.

“Kemudian Irianto membawa kami ke arah kebun kopi lainnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lumbang batu kedua, disini ada satu lumpang batu lubang tiga dengan ketiga lubang mempunyai ukuran diameter yang sama yaitu 14 cm.  Setelah melihat 3 lumpang batu dan beberapa trilith dan monolith kami kembali ke desa tetapi ditengah perjalanan kami bertemu Apriansyah,”katanya.

Karena waktu sudah tengah hari pihaknya tidak pergi ke kebun Apriansyah dimana ada satu lumpang batu lubang satu dan satu dolmen berdasarkan cerita Apriansyah.

Mereka lalu kembali ke arah desa tetapi baru berjalan sekitar 20 meter dan melihat 3 onggokan batu yang berada di tepi jalan.

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Cek DOB Kikim Area

“Setelah saya periksa ternyata lumpang batu lubang dua. Hal ini sangat mengagetkan karena ketiga warga desa Bandar Aji ini yang sering melalui jalan ini tidak pernah tahu bahwa satu dari ketiga batu ini adalah lubang batu karena lubang tidak terlihat dari jalan. Alhamdulillah hari ini hari yang sangat menyenangkan kami karena kami berhasil mengidentifikasi peninggalan leluhur bangsa berupa tinggalan megalitik juga kebahagiaan dan rasa heran juga dirasakan ketiga warga yang ikut bersama kami,”  katanya.

Dia berharap, semoga penemuan 4 lumpang batu hari ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait agar peninggalan karya agung leluhur bangsa Indonesia ini tetap terjaga dan lestari.

“Dengan rasa senang dan bahagia kami menuju situs megalitik di desa Gunung Megang kecamatan Jarai, disini kami bertemu dengan Staf Khusus Bupati Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Matcik, SH, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Suhirdin beserta tim. Kami bersama melakukan kunjungan ke situs bilik batu di desa Gunung Megang sekaligus sosialisasi dan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lahat terhadap peninggalan situs megalitik yang berada di Kabupaten Lahat,” katanya.

Terlihat Matcik, SH dan Drs. Suhirdin beserta tim dengan sangat antusias selama berada di situs bilik batu dan sempat masuk ke dalam bilik batu yang berukuran sekitar 2 meter ini.

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Cek DOB Kikim Area

Bentuk keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat khususnya Bupati Lahat periode 2018 – 2013 Cik Ujang,SH telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat.

Nantinya tim ini akan bekerja dan merekomendasi Bupati Lahat untuk mengeluarkan Surat Keputusan dan menetapkan cagar budaya yang ada menjadi Benda Cagar Budaya Kabupaten selanjutnya dapat diusulkan menjadi benda cagar budaya propinsi hingga nantinya menjadi warisan dunia UNESCO.

“Semoga upaya yang nyata ini akan berjalan sesuai rencana dan terwujud menuju Kabupaten Lahat Bercahaya,” katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...